0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Keempat Kurir 1,6 Ton Sabu Punya Hubungan Saudara

Narkoba barang sitaan bea cukai (sumber: http://www.beacukai.go.id)

Timlo.net – Polisi menyebut empat warga negara Taiwan kurir narkoba 1,6 ton sabu di kapal ikan di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, saling memiliki hubungan kekerabatan.

“Mereka masih satu keluarga,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di Jakarta, Selasa (27/2).

Menurut Eko, sebelum dicegat dan diamankan di perairan Anambas, Kepulauan Riau, kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Lianjiang, Cina. Pihaknya masih menelusuri rute perjalanan kapal tersebut.

“Apakah masuk ke Batam baru masuk Penang lalu ke Anambas atau dari Cina langsung ke Anambas,” ujarnya.

Menurut dia, penelusuran rute tersebut untuk mengetahui tujuan kapal dan mengungkap bandar penerima paket 1,6 ton sabu tersebut.

“Sehingga nanti diketahui kapal ini mau kemana, siapa penerimanya, mudah-mudahan terungkap bandar yang bermain,” ucapnya.

Eko menambahkan, Bareskrim telah berkoordinasi dengan Kepolisian Cina terkait upaya pengejaran dalang pengirim paket sabu tersebut. Dari keterangan para tersangka yang telah ditangkap, mereka diminta untuk mengirimkan paket dari Cina oleh seseorang berinisial L.

“Dia dikendalikan Mr. L tapi dia tidak tahu isi barangnya,” katanya.

Pada Selasa (20/2), polisi bersama petugas Bea Cukai mencegat satu unit kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura, di perairan Anambas, Kepulauan Riau.

Kapal yang tidak memiliki dokumen dan surat-surat ini ternyata memuat 81 karung yang berisi 1,6 ton narkotika jenis sabu-sabu asal Cina.

Empat tersangka yang merupakan anak buah kapal (ABK) dan nakhoda ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka adalah Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43, nakhoda) dan Liu Yin Hua (63) yang merupakan WN Taiwan.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge