0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dijanjikan Relokasi, Pembongkaran Lapak Dinilai Langgar Kesepakatan

Satpol PP Klaten membongkar lapak PKL di jalan Jogja-Solo, tepatnya Desa Kemudo, Prambanan. (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Yogja-Solo di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Senin (26/2), dituding dilakukan secara sepihak. Satpol PP Klaten dianggap melanggar kesepakatan saat sosialisasi di aula kantor Kecamatan Prambanan pada 16 Januari lalu.

“Jadi sesuai musyawarah 16 Januari yang dihadiri PKL, pemerintah desa dan kecamatan, serta Satpol PP itu disepakati pembokaran dilakukan setelah ada relokasi. Tapi kenapa tempat relokasi belum disediakan kok tiba-tiba sudah ada SP (surat peringatan) hingga pembongkaran,” kata tokoh pemuda setempat, Handriyanto, saat dihubungi Senin (26/2).

Dalam musyawarah tersebut, kata dia, belasan PKL di traffic light simpang tiga pabrik SGM itu bersedia membongkar lapaknya masing-masing. Namun syaratnya tanah kas desa di sebelah barat SPBU Kemudo yang digadang- gadang sebagai lahan relokasi siap ditempati.

“Padahal lahan relokasi dekat SPBU itu sampai sekarang masih persawahan ditanami padi. Dikeringkan dan ditimbun pasir saja belum dilakukan. Ini kan lucu. Kesepakatan diingkari sendiri oleh para pemangku kebijakan,” kata Handriyanto.

Kepala Satpol PP Klaten Sugeng Haryanto mengatakan, sebelum penertiban pihaknya telah menggelar sosialisasi pertama pada 16 Januari 2018 di aula kantor Kecamatan Prambanan. Kemudian ditindaklanjuti melayangkan SP pada 13 Februari dan 24 Februari agar PKL membongkar lapaknya sendiri.

Penertiban dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) No 4/1993 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) di wilayah Kota Klaten.

“Sesuai Perda ataupun Perbup, lapak PKL itu harus izin bupati lewat dinas yang ditunjuk yakni, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menangah (Disdagkop dan UMKM). Jadi bahasa halusnya, ini bukan PKL liar, tapi belum berizin saja. Sehingga kita tertibkan,” kata Sugeng.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge