0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pasca Audensi, Penataan Alun-Alun dan Stadion Taruna Jalan Terus

Unjuk rasa pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Sragen (foto: Agung Widodo)

Sragen – Pemkab Sragen berupaya melakukan penataan sejumlah titik seperti Alun-alun Sasomo Langen Putro dan Stadion Taruna. Untuk penataan Stadion Taruna telah dianggarkan Rp 750 juta. Program utama akan dilakukan pavingisasi di sisi selatan dan utara stadion.

”Kalau di utara stadion pohon tetap dan tidak akan dipotong dan dipertahankan karena ruang terbuka hijau,” kata Kepala Bidang Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Sragen, Sunardjo, Senin (26/2).

Usai mengikuti audiensi antara pedagang kali lima (PKL) dengan dewan di Gedung DPRD Sragen, Sunardjo menyampaikan, akan ada bagian yang ditinggikan. Sedangkan untuk penataan lahan parkir di sisi barat stadion.

Selain itu di Taruna juga bakal dipasang lampu dan perbaikan toliet umum. Hal ini untuk mengakomodir pengunjung sekitar.

Sedangkan pada tahun ini juga ada program kelanjutan penataan alun-alun. Pada 2017 lalu angggaran yang dikucurkan mencapai Rp 1 miliar. Sedangkan untuk 2018 ini penataan tahap II mencapai Rp 200 juta.

Memang, untuk alun-alun tidak banyak perubahan. Hanya saja akan ada tambahan kursi taman sebagai ruang publik.

Meskipun menimbulkan polemik, terutama di kalangan pedagang kali lima (PKL), namun program tersebut jalan terus. Sesuai arahan Bupati Sragen, alun-alun harus steril dari kegiatan PKL dan permainan.

“Fungsi alun-alun akan dikembalikan untuk kegiatan publik. Saat ini untuk penataan sudah dalam tahap lelang,” jelasnya.

Sebelumnya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, di mana pun berada alun-alun menjadi area publik, tempat bertemunya sejumlah orang. Tempat mencari hiburan dan bersosialisasi.

”Di sejumlah sudut alun-alun akan diberi tambahan kursi taman maupun tanaman hijau,” kata Bupati.

Pihaknya meyakini masyarakat butuh area publik yang nyaman. Alun-alun Sragen kini sudah dibenahi. Awalnya lokasi sebesar lapangan bola itu hanya terdapat air mancur kembar. Namun kemudian dilengkapi videotron dan kini sudah dipasangi paving block bewarna-warni dengan pola crop circles senilai Rp 1 miliar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge