0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

PKL Alun-Alun: Kami Kecewa dengan Kebijakan Bu Yuni 

PKL Alun-Alun long march menuju Gedung DPRD Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Sragen untuk ketiga kalinya menggelar aksi unjuk rasa menuntut dibukanya kembali alun-alun sebagai tempat berjualan. Mereka mengeluhkan kebijakan Bupati Sragen sekarang yang dinilai sewenang-wenang dengan rakyat kecil.

“Kami kecewa dengan kebijakan Bu Yuni (Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowat —Red). Alun-alun itu adalah milik semua warga Sragen. Bukan milik bupati. Bupati bilang, alun-alun adalah sebagai ruang terbuka. Itu artinya untuk semua orang,” kata salah satu pedagang, Sugimin, Sabtu (26/2).

Saat beraudiensi dengan anggota DPRD Sragen, Sugimin menyampaikan rasa kecewanya terhadap pemerintahan saat ini. Pasalnya sejak jaman Bupati R Bawono, kemudian Untung Wiyono dan Agus Fatchur Rahman tidak pernah berlaku semena-mena terhadap rakyat kecil, termasuk PKL alun-alun.

“Mereka tidak pernah mengutak-atik alun-alun, memberi kesempatan rakyat kecil untuk mencari rezeki,” tandasnya.

Senada, Sulastri, seorang pedagang pakaian, juga memermasalahkan relokasi PKL alun-alun ke Stadion Taruna. Sejak tidak boleh berjualan, kondisi alun-alun jadi sepi seperti kota mati.

“Kami sudah coba jualan di Taruna, tidak nyaman di sana. Banyak pohon-pohon. Pengunjung juga malas ke sana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sragen, Sugiyarto yang memimpin audiensi tersebut menyatakan, relokasi dan pengaturan alun-alun adalah kewenangan bupati. Meski demikian aspirasi pedagang akan ditampung dan nanti dibicarakan dengan eksekutif untuk mencari solusi terbaik.

“Semua aspirasi dari PKL nanti kebih dulu akan kami sampaikan kepada pimpinan DPRD. Biar nanti Ketua DPRD yang menindaklanjuti bersama bupati,” katanya.

Selain bertemu dengan anggota dewan, mereka juga berorasi di depan Kantor Pemkab Sragen. Dengan membawa spanduk besar bertuliskan “Jangan Membuat Kebijakan Yang Menyengsarakan Wong Cilik”, mereka melakukan long march dari DPRD ke Kantor Pemkab Sragen.

Namun sayang di Kantor Bupati Sragen tersebut mereka tidak berhasil menemui bupati dan pejabat lainnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge