0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tekan Angka Backlog Perumahan, REI Solo Rangkul BPR

Ketua REI Solo Anthony Abadi Hendra Prasetyo (kiri) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)
Solo — Real Estate Indonesia (REI) Kota Solo berambisi menekan angka backlog perumahan. Salah satunya dengan merangkul Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk pembiayaan pengadaan lahan perumahan. Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani Ketua REI Solo Anthoni Abadi Hendra Prasetyo dan Direktur Utama BPR Mandiri Artha Abadi (MAA), Hengky Tanto Sugiarto di Goela Klapa Resto, Minggu (25/2) malam.
“Tentunya ini menjadi kesempatan yang baik bagi anggota kami supaya bisa lebih gesit dalam membangun,” kata Anthony kepada Timlo.net.
Menurutnya, kendala pembebasan lahan merupakan kendala terbesar khususnya bagi pengembang yang memiliki modal terbatas. Hal itu pada akhirnya menjadi penghambat bagi upaya menekan selisih antara kebutuhan dan ketersediaan perumahan di Solo alias backlog.
“Untuk Solo saja angkanya masih di 52 Ribu. Belum daerah lain di Soloraya,” kata dia.
Terkati MoU sendiri, Anthony mengatakan, pihak BPR siap membantu anggota-anggota REI Kota Solo dalam hal pengadaan lahan. Dalam poin-poin MoU tidak ditentukan plafon pinjaman yang disediakan BPR MAA. Namun Anthony mengatakan BPR akan menyesuakan dengan kebutuhan anggota.
“Kalaupun nanti BNPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) sudah mentok dia bisa sindikasi,” katanya.
Bahkan BPR MAA menawarkan kemudahan dibanding bank-bank umum. Pinjaman dari BPR sudah bisa dicairkan meskipun sertifikat tanah belum terbit. Syaratnya, tanah yang akan dibeli sudah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK). Kredit yang dicairkan bisa mencapai 50-70 persen dari nilai tanah yang akan dibebaskan.
“Kalau bank umum tidak bisa seperti itu. Mereka maunya sertifikat ada dulu baru mau membiayai,” jelasnya.
Sementara itu, Hengky yakin kerjasama tersebut akan menguntungkan kedua pihak. Ia optimis para pengembang mampu melunasi pinjaman sesuai kesepakatan. Terutama para pengembang yang sudah menguasai fixed market seperti guru, karyawan, TNI, dan Polri.
“Dengan pinjaman dari kami para pengembang bisa lebih luwes mengelola cashflow mereka. Tentunya ini akan sangat menguntungkan semua pihak,” tambahnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge