0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BNN Diminta Tangkap Bos Besar Pemasok Narkoba ke Indonesia

Narkoba barang sitaan bea cukai (sumber: http://www.beacukai.go.id)

Timlo.net — Pengamat hukum pidana dari Universitas Bung Karno Jakarta, Azmi Syahputra menyatakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) harus berani mengungkap dan menangkap pelaku utama pengiriman narkotika dari luar negeri.

“Bos besarnya jangan hanya ‘tim kecil’-nya saja,” kata Azmi Syahputra kepada Antara, di Jakarta, Senin (26/2).

Ia mengingatkan juga BNN harus lebih jeli atas kejahatan transaksional yang sangat penuh dengan modus tingkat tinggi karena dengan cara apa pun dilakukan untuk memasukkan narkotika ke Indonesia.

Dikatakan, bisnis narkoba itu dapat mengganggu keberlangsungan dan keamanan negara sehingga BNN penting melebarkan kerja sama yang tuntas dengan badan atau lembaga narkotika negara-negara lain.

“Agar penanganan Narkoba semakin sinergitas,” katanya.

Sebelumnya, Polri bersama Bea Cukai mengungkap kapal Taiwan berbendera Singapura yang menyelundupkan 1,8 ton narkotika jenis sabu di perairan Batam, Kepulauan Riau.

Empat tersangka yang merupakan anak buah kapal (ABK) dan nakhoda ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka adalah Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43, nakhoda) dan Liu Yin Hua (63) yang merupakan WN Taiwan.

Kemudian, anggota Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Mabes Polri memeriksa Kapal “Win Long” yang diduga mengangkut sabu di Dermaga Kantor Wilayah Bea Cukai Kepulauan Riau.

Indonesia harus dinyatakan darurat narkoba dan seluruh elemen pemerintah harus mengambil langkah cepa, tegas terarah dan konkrit. Saat ini diketahui hampir semua lapisan masyarakat nyata nyata kena dampaknya baik sebagai pemakai bahkan miris menjadi pengedar atau dijadikan wilayah Indonesia menjadi tempat produksi atau ladang bisnis. Sebagai negara yang berdaulat dan wujud negara hukum saatnya pemerintah tegas menunjukkan sikap tanggung jawabnya untuk melindungi warga negara.

“Maka eksekusi mati harus dijalankan tidak boleh ditunda lagi karena faktanya bisnis Narkoba ini banyak dijalankan dari dalam LP atau Rutan oleh orang-orang yang berstatus narapidana. Posisi mereka sebagai narapidana ini dimanfaatkan oleh mafia pebisnis narkoba,” katanya.

Sumber: Antara

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge