0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cegah Teror ke Pemuka Agama, Ini yang Dilakukan Polisi

Kasat Sabhara Polresta Solo Kompol Busroni memandikan orang gila (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Polresta Solo melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi aksi teror yang dilakukan orang gila terhadap pemuka agama yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah dengan ‘memburu’ orang gila yang berkeliaran di Kota Solo.

“Kita kerahkan anggota Sat-Sabhara Polresta Solo untuk menyisir sejumlah wilayah yang terdapat orang gila,” terang Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Senin (26/2) siang.

Pihaknya khawatir, jika ada pihak-pihak tertentu memanfaatkan orang gila tersebut untuk menggoyang kondusivitas Kota Solo. Semisal, disuruh untuk menyerang pemuka agama yang ada di Kota Bengawan.

“Anggota kami juga pernah diserang dan mengalami luka akibat orang gila. Tapi, juga tidak viral jika orang gila itu menyerang pemuka agama. Yang kami khawatirkan, jika orang gila itu menyerang pemuka agama dan menjadi sebuah kasus besar seperti yang terjadi di beberapa kawasan di Indonesia,” jelasnya.

Sejak beberapa waktu lalu, lanjut Kapolresta, pihaknya telah memerintahkan anggota untuk ‘mencari’ orang gila. Setelah ketemu, maka orang gila tersebut akan dimandikan di kawasan Polresta Solo dan diberikan pakaian layak pakai. Setelah itu, baru diserahkan ke Panti Sosial.

“Jadi, jangan ada orang gila di Kota Solo yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penyerangan pemuka agama,” tegas Kapolresta.

Selain itu, pihaknya bersama dengna TNI akan melindungi tokoh masyarakt dan tokoh agama dari segala bentuk ancaman dan teror yang meresahkan.

“Komitmen kami, Toga (tokoh agamna) dan Tomas (tokoh masyarakat) memiliki andil penting untuk menjaga kondusufitas Kota Bengawan,” kata Kapolresta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge