0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Wimboh Santoso Beri Kuliah Umum di Depan Ratusan Mahasiswa UNS

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (foto: Tyo Eka)

Solo – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengisi kuliah umum di UNS, Sabtu (24/2). Kuliah umum bertema Peran Sektor Jasa Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Digital, diikuti ratusan mahasiswa.

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan tugasnya menfasilitasi adanya peningkatan kesejahteraan masyakarat, pemerataan pembangunan, mengurangi kemiskinan dan memperluas tenaga kerja melalui jalur-jalur kebijakan di sektor keuangan yang sejalan dengan program-program kementerian lain dan pemerintahan secara keseluruhan,” jelas Wimboh.

Wimboh mengemukakan, beberapa program yang telah dilakukan OJK adalah pengembangan sumber alternatif/outlet pembiayaan infrastruktur melalui instrumen di pasar modal; Penguatan aspek perlindungan konsumen yakni dengan memperluas cakupan dan intensitas edukasi dan literasi keuangan untuk mencegah investasi ilegal serta penguatan satgas waspada investasi khususnya di daerah rawan investasi bodong; Memperluas akses keuangan bagi masyarakat yakni dengan penyaluran KUR yang diiringi dengan pendampingan dan pemasaran produk yang dilakukan oleh perusahaan inti, baik perusahaan BUMN, BUMDes/BUMADes maupun swasta, mendirikan Bank Wakaf Mikro dengan skema pembiayaannya tanpa agunan dan bunga pinjaman setara 3%; Meningkatkan efisiensi & daya saing sektor jasa keuangan melalui pemanfaatan digitalisasi.

“Beberapa program ini bisa berjalan jika didukung bersama-sama dengan stakeholder, bukan hanya lembaga pemerintah, namun peran perguruan tinggi sangat penting karena berada ditengah-tengah masyarakat” papar Wimboh

Lebih lanjut dijelaskan, dari perguruan tinggi diharapkan akan ada kajian-kajian ilmiah dalam konteks memberikan pembelajaran ke mahasiswa sehingga mahasiswa terinformasikan, bukan hanya teori secara teksbook yang kita adopsi dari luar tetapi memahami secara kontekstual di dalam negeri. Harapan kita, hal ini dapat memberikan respon dan argumen, bahwa teori-teori yang ada di teksbook ini mungkin tidak berlaku secara utuh di Indonesia.

“Hal ini menjadi bahan yang bagus untuk diskusi selanjutnya. OJK senantiasa memberikan informasi dan input bahkan memberikan kesempatan untuk terjun langsung dalam melakukan aksi di lapangan untuk mendorong investasi,” ungkapnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge