0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sembilan Perguruan Silat Berkumpul, Bubuhkan Cap Jempol Merah

Silaturahmi Akbar dengan Perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Sragen dengan Forkopimda Dalam Rangka Deklarasi Damai dan Cap Jempol Merah Guna Mensukseskan Pilgub 2018. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Ribuan pendekar dari sembilan perguruan pencak silat di Bumi Sukowati bersepakat untuk dikeluarkan dari perguruan kalau sampai melakukan tindak pidana. Selain itu mereka juga bersedia untuk diproses secara hukum.

“Apabila ada perguruan silat yang melakukan tindak pidana maka bersedia diproses hukum. Ini adalah komitmen pertama. Kemudian konsekuensi kedua adalah sanggup dikeluarkan dari keanggotaan,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Sabtu (24/2).

Hal tersebut dikatakan Kapolres usai memimpin Silaturahmi Akbar dengan Perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Sragen dengan Forkopimda Dalam Rangka Deklarasi Damai dan Cap Jempol Merah Guna Mensukseskan Pilgub 2018, di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen.

Arif menyampaikan, poin-poin Deklarasi Damai Cap Jempol Merah yang terdiri lima butir tersebut merupakan kesepakatan dari sembilan perguruan silat di Kabupaten Sragen. Pihaknya menampik kalau poin deklarasi tersebut sengaja diarahkan untuk menjaga kondusifitas.

foto: Agung Widodo

“Poin-poin yang dideklarasikan itu adalah hasil kesepakatan dari semua ketua perguruan silat untuk sama-sama melaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Tidak ada itu digiring,” paparnya.

Silaturahmi Akbar tersebut diikuti sekitar 5.000 orang anggota dari sembilan perguruan pencak silat, diantaranya, PSHT, Kera Sakti, Tapak Suci, Pagar Nusa, Cempaka Putih, Kumbang Malam dan lainnya. Dalam deklarasi itu mereka juga sanggup untuk mengamankan dan menyukseskan Pilgub 2018 mendatang.

Komitmen itu ditandai dengan tanda tangan dan cap jempol merah oleh Forkopimda dan para ketua sembilan perguruan silat.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge