0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menristekdikti: Rasio Perguruan Tinggi Tidak Lagi Dibatasi

Menristekdikti Moh Nasir (tengah) (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohammad Nasir menyatakan, dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat belakangan ini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengambil kebijakan tidak lagi membatasi rasio perguruan tinggi, misalnya 1 banding 30 untuk eksakta atau 1 banding 40 untuk sosial. Tetapi sekarang ini satu profesor banding 1.000 mahasiswa.

“Artinya satu dosen atau satu tutor mempunyai mahasiswa sampai 1.000 orang. Artinya rasio tidak dibatasi. Tetapi yang kami perhatikan adalah infrastruktur yang dibangun didalam teknologi informasi itu,” ungkap Nasir di Gedung Walidah, Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (24/2).

Menteristek mengungkapkan, makin banyak masyarakat Indonesia memiliki kesempatan untuk kuliah di perguruan tinggi semakin terbuka. Oleh karena itu perguruan tinggi kita kualitas harus kita jaga dengan cyber university.

Cyber University adalah adalah system penjaminan mutu terhadap sistem perkuliahan online learning atau sistem pembelajaran daring.

Melalui cyber ini, menurut Nasir, kementerian ristekdikti akan membuat rambu-rambu atau pedoman yang harus diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia dalam melakukan pembelajaran on line learning.

“Supaya mutu yang ada, tidak ada bedanya antara face to face dengan on line learning,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge