0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Terlihat Kumuh, PKL Shelter Manahan kembali Disorot

Kawasan shelter Manahan (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Shelter pedagang kaki lima (PKL) Manahan kembali disorot Pemkot Solo. Setelah beberapa waktu lalu banyak pedagang yang melanggar haknya dengan menggalar dagangan hingga keluar shelter, kali ini PKL diawasi lantaran terlihat kumuh.

“Harapannya dari pemerintah adalah shelter ini terbuka, jadi bisa dilihat dari luar indah, tertata dan tertib. Bukan malah tertutup sehingga terlihat gelap dan kumuh,” ungkap Kepala Bidang PKL, Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Didik Anggono, Sabtu (24/2).

Didik mengatakan, dari 256 shelter PKL yang ada di Manahan, 30 persen diantaranya ditutup sekat oleh PKL. Penutupan sekat ini menyebabkan akses jalan antar shelter menjadi berkurang.

Didik meminta PKL melakukan pembersihan sekat dengan alasan menjaga shelter tetap terbuka seperti aslinya.
“Kondisi sekarang ada yang ditutup, akses jalan tidak ada, ini yang perlu dibenahi. Segera kami minta bongkar, kalau tidak kami yang bongkar agar keberadaan shelter mendukung keasrian kawasan Manahan,” jelas Didik Anggono.

Mengacu pengalaman sebelumnya dimana PKL kembali menutup pasca ditertibkan, pihaknya akan melakukan sidak secara rutin. Pemerintah bakal terus mengawasi karena berdasarkan pengalaman sebelumnya setelah ditertibkan itu kembali lagi dalam beberapa waktu. Selain itu Paguyuban PKL diminta buat program kerjabakti minimal 3 bulanan agar kebersihan shelter tetap terjaga.

“Kami minta juga harus ada kerja bakti secara berkala. Banyak sampah dedaunan kering yang tidak dibersihkan PKL membuat shelter jadi kumuh,” tegas dia.

Ketua Paguyuban Guyub Rukun, Sukasdi mengatakan, PKL siap jaga kenersihan. Nantinya kami akan merutinkan kerjabakti antar PKL walaupun kami juga sudah rutin kerjabakti 2 bulan sekali.

“Nanti kita giatkan, kami sadar ini hanya pinjam tempat. Makanya jugabtidak salah kalau PKL dotekan seperti ini. Kami dari pagiyupan akan selalu ingatkan pedagang,” jelas Sukasdi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge