0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kejari Sragen Telusuri Pembelian Komputer Desa

Pemeriksaan Kepala Desa di Kecamatan Sidoharjo oleh Kejari Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sebanyak 10 desa dari 12 desa di Kecamatan Sidoharjo, Sragen diketahui membeli seperangkat komputer dari WD Komputer, salah satu toko yang diduga mendapat rujukan tertentu dalam pengadaan Sistem Informasi Desa (SID) 2017. Sedangkan dua desa lainnya, Jetak dan Jambanan membeli sendiri di toko lain tanpa mendapat rujukan.

“Untuk Desa Jetak belinya di CV Multi Ton Grafika Indonesia Mojomulyo, Sragen. Sedangkan Desa Jambanan belinya dari toko di Surabaya, Jatim. Tapi semua berpedoman spek yang ditentukan dari Dinas PMD,” kata Wakil Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen, Siswanto, Jumat (23/2).

Sebelumnya, sebanyak 12 kepala desa (Kades) di Kecamatan Sidoharjo diperiksa Kejari Sragen. Mereka diminta menjawab 16 pertanyaan dari tim jaksa yang dipimpin Kasi Pidsus Kejari Sragen Adi Nugroho.

Pemeriksaan 12 Kades di Kecamatan Sidoharjo terkait dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer program SID 2017.

Siswanto yang juga Kades Jetak tersebut  menyampaikan, untuk pengadaan komputer 12 desa di Kecamatan Sidoharjo memang dibeli dari tiga tempat. Yakni CV Multi Ton Grafika Indonesia, toko di Surabaya, Jatim dan WD Komputer Sragen.

Terkait pemeriksaan Kejari, Siswanto mengatakan, para Kades diminta menjawab 16 pertanyaan. Di antaranya pertanyaan apakah benar pengadaan komputer itu dibiayai dari Dana Desa (DD), kemudian, apakah dalam pengadaan ada petunjuknya.

Sementara itu, Kasi Pengembangan Sistem Informasi, Dinas PMD Sragen, Istiarto menyampaikan, pengadaan komputer desa ini merupakan wujud pelaksanaan program pengembangan sistem informasi desa pada 2017.

Untuk pengadaan komputer diserahkan langsung ke masing-masing pemerintah desa. Selama ini PMD tidak mengarahkan pada perusahaan manapun untuk pengadaan komputer.

“Tidak ada diarahkan sama sekali untuk membeli di toko tertentu. Kami sudah cek di beberapa desa, ada sebagian yang barangnya berbeda. Sejak awal kami sudah meminta agar spesifikasi disampaikan ke toko agar sesuai,” paparnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge