0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kakek 80 Tahun Ditemukan Tewas Terseret Banjir Kali Pepe

Terkendala arus deras, evakuasi korban hanyut di Kali Pepe berlangsung lima jam (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Evakuasi terhadap mayat laki-laki di tumpukan sampah Kali Pepe, Desa Gagak Sipat, Ngemplak, Boyolali, berlangsung lama. Korban tanpa identitas baru bisa dievakuasi oleh Tim SAR gabungan lima jam.

“Arus airnya sangat deras, warga yang berusaha mengevakausi tidak berani, akhirnya kita menghubungi tim SAR,” kata Kapolsek Ngemplak AKP Subiyati, Jumat (23/2).

Temuan mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tanpa pakaian dan berada di tumpukan sungai. Menurut Kapolsek, mayat pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dan langsung dilaporkan ke Polsek. Namun upaya evakuasi jasad korban terhambat kondisi Kali Pepe yang sedang banjir.

“Lima jam jasad korban baru bisa dievakuasi, tidak ditemukan tanda penganiayaan,” ujar Kapolsek.

Korban sendiri terindikasi bernama Wiro Kasidi (80) warga Dukuh Pandanan, Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. Identitas korban terkuak setelah Kades Denggungan, Junaedi, mendatangi lokasi bersama keluarga korban.

“Awalnya belum yakin, tapi setelah diangkat, baru percaya kalau korban benar warga kami,” ujar Junaedi ditemui di lokasi.

Menurut Junaedi, korban Mbah Wiro, menghilang dari rumahnya sejak Kamis (22/2) malam. Korban yang tinggal di dekat Kali Butak, anak sungai Pepe, selama ini sering beraktivitas di sekitaran Kali Botak.

“Kita awalnya tidak curiga kalau korban hanyut di sungai, karena pas kejadian cuaca cerah,” imbuhnya.

Meninggalnya Mbah Wiro menimbulkan duka mendalam bagi keluarga. Anak pertama korban sempat pingsan di lokasi kejadian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge