0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pendopo Sriwedari Mau Dirobohkan, Ini Tanggapan Pegiat Seni

Pendopo Sriwedari bakal dirobohkan (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kelompok pegiat kesenian mengaku belum mendapatkan panggilan dari Pemkot Solo terkait akan dibongkarnya Pendopo Sriwedari. Padahal pembongkaran pendopo dari taman yang dulu dikenal sebagai Bonrojo tersebut akan dimulai pada awal Maret 2018.

“Belum ada panggilan ke Pemkot, hanya memang sudah mendengar kalau mau dirobohkan (pendopo),” ungkap Ketua Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Wartono, saat dijumpai Timlo.net, Jumat (23/2).

Wartono mengatakan, dirinya memang sempat bertemu dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan. Namun selama pertemuan tersebut dua perwakilan dari Pemkot Solo tersebut hanya mendorong mereka untuk masuk ke Dalem Joyokusuman.

“Kita disarankan untuk pentas di Dalem Joyokusuman,” kata dia.

Ditambahkan, pembongkaran ini akan berakibat pada penyimpanan alat-alat keroncong yang dimiliki oleh HAMKRI. Sebab, selama ini Pendopo Sriwedari selain sebagai panggung pementasan, juga digunakan sebagai lokasi latihan dan sanggar kesenian.

“Ya mungkin nanti kita akan menyewa lokasi untuk menyimpan. Tapi itu juga masih repot, kalau harus membawa alat dari kontrakan yang baru ke lokasi pentas di Joyosuman,” kata dia.

Senada dengan Wartono, salah satu pengajar di sanggar tari Meta Budaya, Djayak mengatakan, dirinya juga masih belum mengambil sikap terkait dengan perobohan Pendopo Sriwedari. Sebab selama ini Meta Budaya memiliki murid sebanyak 150 orang dan memanfaatkan Pendopo sebagai lokasi latihan mereka.

“Kita belum bisa mengambil keputusan, kita perlu berembuk dulu terkait masalah ini,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge