0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tidak Beri Angpao, Orang Tua Dituntut Rp 1,2 Miliar Oleh Anaknya

Angpao. (nextshark.com)

Timlo.net—Sebuah pengadilan di Cina baru-baru ini mengumumkan keputusan hukum mereka terkait beberapa kasus. Beberapa kasus itu melibatkan orang tua, anak mereka dan angpao selama Imlek.

Keputusan hukum yang diumumkan pengadilan di Jinan, Provinsi Shandong, Minggu (18/2) memicu perdebatan di antara para warganet. Biasanya pada perayaan Imlek, anak-anak akan memperoleh angpao (dalam Bahasa Mandarin “hongbao” dan Kanton “lai see”). Uang di dalam angpao dianggap sebagai uang keberuntungan. Jika anak-anak dianggap terlalu kecil untuk mengelola uang, pada akhirnya orang tua yang menyimpan angpao itu.

Salah satu kasus yang diumumkan dalam akun resmi pengadilan itu di Weibo melibatkan seorang mahasiswi. Dia menuntut kedua orang tuanya secara hukum pada 2016. Sang mahasiswi hanya disebut dengan nama Juan. Dia menuduh orang tuanya menggelapkan uang angpao senilai 58 ribu yuan (Rp 125 juta) selama bertahun-tahun. Dia dikatakan terpaksa melayangkan gugatan itu karena kedua orang tuanya menolak membiayai kuliahnya. Mereka sekarang sudah bercerai, tulis Nextshark. Juan berhasil memenangkan kasus ini. Orang tuanya diharuskan membayar 1500 yuan (Rp 3,2 juta) setiap bulannya.

Kasus lain, seorang pria menuntut mantan istrinya atas nama ketiga anak mereka yang masih kecil. Sang pria menuduh mantan istrinya menggelapkan uang angpao senilai 560 ribu yuan (Rp 1,2 miliar). Pengadilan memerintahkan sang mantan istri mengembalikan uang itu ditambah bunga.

Menurut informasi, uang itu diberikan oleh nenek ketiga anak itu pada 2012. Waktu itu kedua pasangan itu dalam proses perceraian. Pengadilan Jinan menyatakan anak-anak itu punya hak memperoleh angpao. “Memberikan amplop merah adalah tindakan memberikan, dan sang penerima tindakan itu adalah anak,” tulis pengadilan.

Lebih jauh, pengadilan menyatakan jika tanggung jawab hukum wali anak adalah mengatur dan melindungi properti anak-anak yang mereka asuh. Mereka tidak punya hak untuk menyalahgunakannya.

“Para orang tua harus menjelaskan pada anak-anak mereka jika mereka hanya menyimpan uang itu dan bukan mengambilnya. Uang itu harus tetap berada dalam kepemilikan anak-anak yang menerimanya,” tulis pengadilan.

Para warganet terbagi karena masalah ini. Beberapa warganet berkata orang tua berhak mengambil kembali angpao itu. Hal ini karena merekalah yang memberikan angpao pada anak. Tapi warganet yang lain menyatakan orang tua mengambil uang anaknya karena mereka melihat anak hanya sebagai barang milik.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge