0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tuntut PT RUM Tutup Permanen, Ribuan Warga Geruduk Kantor Bupati

Ribuan warga aksi damai di halaman Kantor Bupati Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Ribuan warga terdampak limbah bau PT Rayon Utama Makmur (RUM) mendatangai Kantor Bupati Sukoharjo untuk melakukan aksi unjuk rasa. Massa yang berjumlah lebih dari 2000 orang tersebut menuntut pencabutan permanen ijin lingkungan PT RUM yang dinilai telah merugikan warga selama beroperasi sekitar lima bulan.

“Kami menuntut ijin operasional dan ijin lingkungan PT RUM dicabut sekarang juga, karena beberapa kali telah ingkar janji dan ini bikin janji lagi. Kepada pak bupati  kami mohon untuk ikut bersama kami dan menandatangani SK pencabutan ijin PT RUM,” kata salah satu orator dalam aksi damai, di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo, Kamis, (22/2).

Massa yang datang dari berbagai daerah yang terdampak limbah bau pabrik produsen serat rayon tersebut terus melakukan orasi dan meminta kepada Bupati Sukoharjo untuk mau menemui mereka. Setelah mendapat desakan dari massa, akirnya bupati naik ke atas mobil komando dan menyampaikan pernyataan sikap dan proses yang sudah dilakukan selama ini.

Sejumlah warga terdampak limbah bau PT RUM melakukan aksi teatrikal. Dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan balutan kertas atau kain perca berwarna putih, melakukan teatrikal dan aksi tabur bunga yang mengambarkan penderitaan rakyat akibat limbah bau.

“Pemerinta berada di tengah-tengah dan jika PT RUM melanggar aturan atau terbukti tidak melakukan apa yang telah menjadi kesepakatan, pemerintah sudah pasti mengambil tindakan tegas untuk menutup PT RUM. Tapi dari beberaka kali pertemuan sudah ada kesepakatan dan pihak pabrik mau melakukan perbaikan, sehingga saya minta warga bersabar dan menunggu proses sampai selesai,” tandas  Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

Diberitakan sebelumnya, pihak PT RUM sepakat untuk menghentikan proses produksi sementara selama dilakukan perbaikan instalasi pengelolaan limbah. Namun dari pihak PT RUM tidak berani menjamin bau yang timbul dari limbah yang dihasilkan saat proses produksi serat rayon tersebut bisa hilang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge