0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kecelakaan Anak SMA, Walikota: Orangtua Yang Salah

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (foto: Heru Murdhani)

Solo — Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa murid SMA Negeri 6 Surakarta, Maulana Reza Daffa, Selasa (20/2) kemarin mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Solo. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengimbau orangtua murid agar tidak mengizinkan anak mereka yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor.

“Kalau anak belum punya SIM (Surat Izin Mengemudi) sampai kecelakaan, berarti yang salah orangtuanya,” kata Rudy saat ditemui di Loji Gandrung, Rabu (21/2).

Pemkot sejak 2016 lalu mengambil kebijakan melarang siswa sekolah yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan. Larangan tersebut diberikan dalam bentuk surat edaran walikota yang disampaikan ke sekolah-sekolah. Bahkan Pemkot berulang kali menggelar razia bersama Satuan Polisi Lalu Lintas di sekolah-sekolah.

“Sayangnya dari orangtua tidak mendukung,” kata dia.

Kenyataannya, larangan tersebut tidak digubris para murid maupun orangtua mereka.  Menurut Rudy, orangtua memberikan sepeda motor kepada anak yang belum memiliki SIM merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

“Memberikan motor kepada anak yang belum punya SIM berarti tidak sayang. Yang pertama dia mengajari melanggar aturan. Yang kedua, risiko kecelakaan anak sekolah sangat tinggi karena emosinya belum stabil,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. Pihaknya bersama Satlantas sudah berulang kali mensosialisasikan larangan tersebut untuk menekan angka pelanggaran. Namun sayangnya, pihak sekolah sering tidak menyambut upaya tersebut.

“Padahal peran guru sangat penting. Kalau ada apa-apa tetap saja sekolah bertanggung jawab karena tidak melarang,” kata dia.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge