0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Investor Amerika Ini Menilai Investasi di Indonesia Belum Cukup Aman, Ini Sebabnya

​Rombongah investor dari Amerika tiba di Loji Gandrung, Rabu (21/2) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Investor asal Amerika belum terlalu yakin untuk menanamkan modal di Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia belum cukup stabil sehingga dirasa kurang aman bagi investor.

“Menurut saya, untuk negara berkembang seperti Indonesia harus dijaga di atas 5 persen,” kata salah satu investor asal Amerika, Sujanan TP saat berbincang dengan Timlo.net di Joglo Loji Gandrung, Rabu (21/2).

Tak hanya itu, negara berkembang juga harus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap sehat dan berkelanjutan. Hal itu, tidak ia dapati di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia cenderung fluktuatif. Dua tahun terakhir (2016-2017) perekonomian Indonesia memang naik dari 5,02 ke 5,05 persen. Namun bila dilihat dari 2010 hingga 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergelincir dari angka 6,81 ke angka 4,79 persen.

“Hal semacam ini seharusnya tidak boleh terjadi. Kalau pertumbuhan ekonomi sampai jatuh di bawah 5 persen, tidak akan ada investor yang tertarik,” kata dia.

Pria yang bergerak di bidang manufaktur bahan kimia dasar itu mengaku tertarik berinvestasi di Soloraya. Pada pertemuan di Joglo Loji Gandrung, ia sempat berbincang dengan pucuk pimpinan PT Sritex dan PT Konimex. Ia berharap bisa membangun pabrik bahan kimia untuk menyuplai kebutuhan bahan kimia untuk pabrik.

“Solo memang tidak memungkinkan untuk investasi di bidang manufaktur. Tapi di daerah-daerah di sekitarnya punya peluang yang sangat besar,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge