0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jelang Pilgub, Polresta Solo Rangkul Tokoh Lintas Agama Sejukkan Suhu Politik

Pernyataan sikap yang dilakukan oleh tokoh lintas agama yang dilakukan di Aula Mapolresta Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Polresta Solo menggelar acara silaturahmi tokoh lintas agama di Aula Mapolresta Solo, Rabu (21/2) siang. Kegiatan tersebut, sebagai salah satu upaya untuk menghindari gesekan antar umat beragama yang dinilai rawan saat penyelenggaraan Pemilu mendatang.

“Upaya ini semata-mata untuk menjaga kondusifitas Kota Solo dan mengantisipasi hal tidak diinginkan saat meningkatnya tensi suhu politik yang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu mematik gesekan antar umat beeagama,” terang Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo dalam sambutannya.

Kapolresta juga menyinggung terkait isu yang saat ini berkembang dikalangan umat neragama. Yakni, terkait tindakan orang gila yang menebar teror terhadap tokoh agama. Tak hanya itu, penyerangan rumah ibadah di Kawasan Sleman, Yogjakarta juga menjadi sorotan dalam silaturahmi yang diikuti puluhan tokoh lintas agama tersebut.

“Beberapa waktu lalu, anggota saya juga diserang oleh orang gila. Coba, jika yang diserang tokoh agama adalah tokoh agama. Pasti langsung viral. Termasuk, tindakan yang dilakukan di Sleman, Yogja beberapa waktu lalu itu,” kata Kapolresta.

Silaturahmi yang juga dihadiri oleh Dandim 0735/ Solo, Letkol Inf Ali Akhwan ini juga menegaskan, bahwa TNI/ Polri siap untuk mengamankan kondusifitas Kota Solo termasuk tokoh masyarakat maupun tokoh agama dari ancaman pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Dengan adanya tokoh masyarakat maupun tokoh agama ditengah masyarakat, mereka diajak untuk meredam segala sesuatu dan tidak menelan informasi yang beredar secara mentah. Seperti informasi penyerangan tokoh agama yang rawan ditunggangi pihak dengan keinginan memecah belah persatuan bangsa dan negara.

“Kami memberi jaminan, Kota Solo aman bagi tokoh agama. Termasuk, untuk siapapun juga,” tegas Kapolresta.

Sementara, Ketua PCNU Solo, Helmy Ahmad Sakdilah mengaku, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan TNI/ Polri dengan memberi jaminan terhadap tokoh agama merupakan suatu hal yang positif. Keresahan tokoh agama setelah beredarnya isu penganiayaan dan pembunuhan disejumlah kawasan di Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Silaturahmi ini baik juga, dengan teman teman berbeda agama. Bahwa kita bersaudara dan ingin kedamaian terjadi di Solo ini,” katanya.

Senada, Perwakilan Katolik di silaturahmi tersebut, Romo Antonius Budi mengatakan melalui silaturahmi ini diharapkan mampu dapat meredam situasi Politik bangsa yang makin memanas khususnya di Kota Solo.

Terkait isu teror yang beredar tersebut, menurut Romo Antonius, ada pihak yang tak bertanggung jawab untuk mengadu domba antara tokoh agama dengan pemerintah hingga aparay keamanan. Hal tersebut dilakukan agar situasi jelang tahun Politik tak kondusif terjadi di Indonesia.

“Hal ini harus dihilangkan dan diredamkan,” ujar Romo.

Di akhir acara, dilakukan pernyataan sikap yang dilakukan oleh seluruh tokoh agama beserta dengan TNI/ Polri. Pernyataan sikap ini berisi, supaya mereka tetap menjadi teladan, menyampaikan materi dakwah sejuk, tak menggunakan tempat ibadah jadi tempat kampanye, hingga menghimbau tokoh politik untuk berpolitik secara santun dan mengimbau masyarakat tak mudah anarkis dan main hakim sendiri.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge