0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

CFS Diliburkan, Kejari Wonogiri Minta Maaf

Suasana gelaran CFS di Jl Pemuda II Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ditiadakannya kegiatan Car Free Sunday (CFS) di Jl Pemuda II Wonogiri pada Minggu (25/2) mendapat apresiasi Kejari Wonogiri. Penutupan sementara kegiatan CFS itu diklaim untuk memperlancar arus lalu lintas  kalangan peserta pemeriksaan kesehatan dalam rangka bakti sosial Kejaksaan Agung di Wonogiri.

“Ya, CFS perlu diliburkan untuk memperlancar lalu lintas bagi ratusan pasien katarak dan pterigium yang akan menjalani pemeriksaan lanjutan setelah operasi di pendapa Rumdin Bupati. Jika CFS tidak diliburkan bisa terjadi macet panjang, karena di sekitar Alun-Alun Giri Krida Bakti akan digunakan sebagai tempat parkir kendaraan pasien dan para pengantarnya. Jika CFS tak libur, akses kendaraan yang akan menuju alun-alun dan pendapa bisa terganggu,” ungkap Kasie Intel Kejari Wonogiri Triyanto mewakili Kajari Wonogiri, Dodi Budi Kelana, Rabu(21/2).

Dia berpendapat, peserta yang mau menjalani pemeriksaan tersebut pasien katarak dan pterigium yang sebelumnya sudah dioperasi. Jika mereka terjebak macet dikhawatirkan akan mempengaruhi fisik mereka.

“Ini semua demi pasien, maka saya mohon maaf, untuk sementara CFS diliburkan dulu,” terangnya.

Disinggung soal jumlah peserta bakti sosial operasi katarak, hernia dan pteregium gratis sampai saat ini totalnya ada 509 pendaftar. Dari jumlah tersebut terdapat 100-an warga yang lolos screening awal. Selebihnya tak lolos karena kadar gula tinggi atau tekanan darahnya tinggi, sehingga tidak memungkinkan menjalani operasi.

Operasi hernia digelar di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Jumat (23/2), sedangkan operasi katarak dan pterigium dilaksanakan di Kantor Kejari, Sabtu (24/2). Pasien hernia akan menjalani rawat inap setelah operasi,” kata dia.

Sementara itu, untuk pasien katarak dan pterigium rawat jalan. Mereka diharuskan menjalani perawatan lanjutan pascaoperasi di pendapa Rumdin Bupati Wonogiri, Minggu(25/2).

“Yang jelas, kegiatan ini murni gratis. Tenaga medisnya pun langsung dari Jakarta, sekitar 200 dokter dari RS Adiyaksa,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge