0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tata PKL, Ini yang Dilakukan Satpol PP Solo

Kepala Bidang Penertiban dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Solo, Agus Sis (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemerintab Kota Solo tak mau berkompromi dengan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap menyerobot ruang publik. Terlebih Pemkot telah mencanangkan Kota Solo bebas PKL dengan bangunan permanen hingga akhir 2018.

“Baru 20 persen PKL yang tertata. Walaupun kami gencar melakukan penertiban, jika masyarkat tidak sadar dengan aturan yang telah diberlakukan, kami sulit untuk memaksimalkan penataan kawasan,” beber Kepala Bidang Penertiban dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Solo, Agus Sis, Rabu (21/2).

Agus Sis mengatakan, pihaknya terus mengedepankan tindakan persuasif. Berbagai metode komunikasi dilakukan guna memberikan pengertian kepada masyarakat.

“Komunikasi kita kedepankan, kita undang mereka, kita berikan surat peringatan, kita jelaskan bagaimana aturannya. Penertiban kita lakukan paling akhir, setelah semua komunikasi kita lakukan,” terang dia.

Meski mengedepankan komunikasi, pihaknya tak lagi tawar menawar dengan PKL yang masih saja ngeyel melanggar aturan. Pihaknya akan fokus pada PKL yang menggunakan pedestarian dan jalur drainase untuk berjualan. Sederet lokasi telah dipetakan, dalam waktu dekat pihaknya segera menyasar PKL yang tersebar di sepanjang Jl Dr Wahidin.

“Besok Kamis (22/2) kita lakukan komunikasi dengan PKL di Jl Dr Wahidin. Selanjutnya pembongkaran di Jl Juanda,” katanya.

Di waktu bersamaan, jajarannya juga telah melakukan penindakan pada PKL di sepanjang Jl KH Agus Salim (Purwosari). Sejumlah PKL tersebut sebelumnya telah diberi peringatan agar membongkar lapak semi permanen hingga batas akhir 13 Febriari 2018 lalu. Karena belum juga dilakukan, Satpol PP langsung membredel lapak tersebut.

Menurutnya, aturan berjualan telah disosialisasikan kepada PKL kawasan tersebut. PKL diizinkan dengan syarat dengan gerobak yang bisa dipindah sewaktu-waktu.

“Bangunan permanen atau semi-permanen yang masih digunakan untuk berjualan diarahkan untuk dibongkar sendiri. Jika waktu yang telah ditentukan bangunan tersebut masih berdiri, Satpol PP akan menindak tegas PKL tersebut,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge