0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Viral Order Taksi Online di Bandara, Puskopau Meminta Maaf

Kapuskopau Lanud Adi Soemarmo, Kapten Lek Nurrohman (kanan) meminta maaf terkait peristiwa viralnya order taksi online di Kawasan Bandara Adi Soemarmo, Solo (foto: Achmad Khalik)

Karanganyar – Postingan salah seorang warga Sukoharjo, Sari Hardiyanto di laman Facebook miliknya yang sempat viral mendapat respon langsung dari pengelola Pusat Koperasi Angkatan Udara (Puskopau), Lanud Adi Soemarmo. Dalam postingannya, Sari menceritakan bahwa dirinya bersama istri mendapat perlakuan kurang mengenakkan yang diduga berasal dari oknum pengelola Bandara Adi Soemarmo saat memesan taksi online di luar Kawasan Bandara.

Postingan tersebut menceritakan, awalnya Sari memesan taksi online setelah pulang dari Jakarta. Dua kali ia memesan, tapi mendapat telepon dari driver bahwa dirinya tak berani menjemput Sari dan istrinya dari dalam Bandara.

Sari pun bersama istrinya berjalan hingga mencapai sebuah minimarket di daerah Mangu Boyolali. Di supermarket tersebut, Sari akhirnya bertemu dengan driver taksi online yang mau mengantarnya ke rumah.

Saat mau jalan, mobil yang mengangkut Sari dan istrinya malah digedor dua orang oknum Lanud dan dipaksa turun. Mereka akhirnya dibawa ke sebuah tempat dan diinterogasi sejumlah oknum yang mengaku sebagai petugas dari Bandara Adi Soemarmo.

Di dalam pos, seperti yang ditulis dalam postingan Sari, dia dan istrinya diintimidasi oleh oknum berseragan coklat untuk tak memesan taksi online di wilayah Bandara. Hingga akhirnya, terjadi ketegangan diantara kedua belah pihak.

Sejumlah komentar dari warga net sangat menyayangkan arogansi dari oknum yang mengaku petugas keamanan Bandara tersebut. seperti terlihat dari postingan di laman Sari Hardiyanto.

Akun, @Yesinta Tjhia menuliskan, hadeh…org mental preman hidup tdk berkah malah kutuk makanya seret hidupnya. Wong sesama manusia cari sesuap nasi aja msh begitu kapan majunya

Dan ditimpali oleh akun @Asrie Fajarrani Hadipitoyo Saya jg pernah mengalami hal yg sama di bandara itu. Pdhl udah jalan keluar dr area bandara, ttp jg dipaksa turun. Pdhl udah malam, saya ngajak bayi blm genap 1th, ngajak anak kecil umur 8th. Sepupu saya jg udh debat jg, ttp aja ga boleh, driver onlinenya kasian, mobilny disita dan dia hrs nunggu sampe penerbangan terakhir baru dikasih. Mereka mainnya keroyokan. Gila banget loh sampe segitunya. Akhirnya kami sekeluarga naik bis damri.

Ada juga akun milik @Mujahid Fii Sabilillah yang memberi solusi. Dia menuliskan Waktu ngontak taksi online, harusnya nanya mas bro, batas tidak boleh penjemputan taksi online dr mana sampai mana, agar tau..

Dibandara jogja sya pernah pesan gojek, memang gk bisa diskitar bandara, dan sya skalian tanya, batas boleh pake gojek sampai mana, lalu mas gojek memberitau

Sementara itu, Kapuskopau Lanud Adi Soemarmo, Kapten Lek Nurrohman membenarkan ada salah seorang oknum anggota Lanud Adi Soemarmo yang melakukan hal tersebut. Akan tetapi, pihaknya membantah telah terjadi arogansi yang dilakukan pihaknya.

“Mereka adalah driver taksi bandara yang kami rangkul untuk membantu pengamanan bandara,” terang Kapuskopau.

Terkait hal tersebut, pihaknya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

Ditempat yang sama, Sari Hardiyanto mengaku, menulis postingan agar kedepan kasus yang menimpanya itu tak terulang kepada warga masyarakat yang lain.

“Saya sudah komunikasikan dengan istri. Kami tak ingin memperpanjang masalah ini, semoga kedepan tidak ada kejadian serupa menimpa saya ini kembali terulang,” tegas Sari.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge