0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bantuan APBN untuk Revitalisasi Pasar Disetop, Ini Gara-Garanya

(Ilustrasi) Salah satu pasar di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang)

Karanganyar — Gagalnya lelang dua pasar tradisional bersumber APBN pada 2017 ditengarai penyebab bantuan serupa untuk tahun ini disetop. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki kepada Timlo.net, Selasa (20/2).

“Tahun lalu gagal lelang pembangunan Pasar Malangjiwan di Colomadu dan Pasar Jumapolo. Padahal pusat sudah menyetujui penganggarannya melalui TP (tugas pembantuan),” katanya.

Di dua program rehabilitasi bangunan pasar tradisional itu, Pemkab merencana desainnya modern dan menyediakan fasilitas lebih baik. Waluyo mengatakan bangunan hasil rehabilitasi dua pasar tradisional itu sedianya bisa dipakai mulai awal tahun ini. Usulan anggaran di Pasar Jumapolo mencapai Rp 8 miliar sedangkan Pasar Malangjiwan Rp 12 miliar.

Masih terkait perbaikan bangunan pasar tradisional, ternyata terdapat puluhan unit berkondisi memprihatinkan. Biasanya, pengelolaan pasar tersebut di bawah pemerintah desa. Ia menyontohkan Pasar Papahan yang dulunya diwacanakan berkonsep semi pasar modern.

“Opsinya, aset pasar desa diserahkan ke Pemkab. Setelah nanti dibangunkan bagus, baru diserahkan lagi ke pemerintah desa. Sebab, kebutuhan dananya besar,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge