0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Para Peneliti Kembangkan Tes Darah dan Urin Untuk Deteksi Autisme Anak

Sampel darah. (mirror.co.uk)

Timlo.net—Para peneliti telah mengembangkan tes urin dan darah baru. Tes ini bisa mengubah cara tenaga medis mendeteksi autisme pada anak di masa mendatang. Tes ini dikembangkan oleh para peneliti dari the University of Warwick. Dengan tes tersebut, kerusakan pada protein yang berhubungan dengan gangguan itu bisa dideteksi, tulis Mirror.co.uk.

Para peneliti berharap tes itu bisa mendeteksi autism spectrum disorders (ASD) lebih awal. Jadi anak-anak dengan autisme bisa dirawat lebih dini. Dr. Naila Rabbani, pemimpin penelitian itu berkata, “Penemuan kami bisa menyebabkan diagnosis dan intervensi yang lebih awal.”

Dalam penelitian mereka, tim itu menemukan hubungan antara ASD dan kerusakan protein di dalam darah. Kerusakan itu menyebakan bertambahnya zat yang disebut dityrosine (DT) dan senyawa advanced glycation endproducts (AGEs).

Tim itu juga bekerja sama dengan para peneliti dari the University of Bologna. Mereka meneliti 38 anak yang didiagnosa dengan ASD. Selain itu mereka meneliti kelompok kontrol terdiri dari 31 anak sehat berusia 5 hingga 12 tahun.

Sampel darah dan urin kedua kelompok itu diambil dan dianalisa. Para peneliti menemukan ada perbedaan kimia antara kedua kelompok. Bekerja sama dengan para peneliti di the University of Birmingham, perubahan berbagai zat senyawa itu dikombinasikan menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Hasilnya adalah algoritma untuk membedakan antara ASD dan kondisi normal.

Dengan demikian para peneliti berhasil membuat sebuah tes diagnostik yang lebih baik dibandingkan metode yang tersedia saat ini. Para peneliti berharap untuk mengulang penelitian itu pada lebih banyak kelompok anak. Mereka ingin mengecek seberapa efektif tes itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge