0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Apakah Kuku dan Rambut Terus Tumbuh Setelah Orang Meninggal?

Kebiasaan gigit kuku. (Google Images. )

Timlo.net—Ada sebuah mitos yang menyatakan jika kuku dan rambut manusia akan terus tumbuh sekalipun orang itu meninggal. Mitos itu muncul dalam novel “All Quiet on The Western Front” yang terbit pada 1929. Sang penulis Erich Remarque menjelaskan proses pertumbuhan itu dalam novelnya. Mitos ini juga muncul dalam film “The Tingler” yang tayang pada 1959. Karakter dalam film Dr. Warren Chapin (diperankan oleh Vincent Price) menyatakan jika kuku dan rambut manusia terus tumbuh sekalipun yang bersangkutan sudah meninggal, tulis Metro.co.uk.

Tidak hanya di media, orang-orang yang kerap bersinggungan dengan jenazah juga mengaku melihat fenomena yang sama. Tapi mitos ini ternyata salah. Saat seseorang meninggal, jantungnya berhenti memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Oksigen diperlukan untuk memproduksi glukosa. Glukosa dibakar tubuh saat menumbuhkan rambut dan kuku. Karena tidak ada asupan energi ke tubuh setelah meninggal, mustahil rambut dan kuku terus bertumbuh. Alasan di balik mitos ini terlihat benar adalah karena reaksi dalam tubuh selama pembusukan.

Seiring berjalannya waktu, kulit orang yang meninggal mulai mengalami dehidrasi. Karena kulit jenasah mulai mengerut, kuku dan rambut orang itu terlihat memanjang. Di tempat tertentu, pengelola rumah pemakaman biasanya mengoleskan krim pelembab dalam jumlah banyak pada jenazah. Hal ini membuat kulit tetap terhidrasi dan fenomena kuku dan rambut memanjang tidak terlihat.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge