0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Program BPNT Molor Lagi, Ini Sebabnya

Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diklaim masih ada sejumlah kendala. Sehingga program itu efektif akan dimulai pada April mendatang. Meski demikian dinas terkait sudah mengusulkan terbentuknya  puluhan titik e-Waroeng yang tersebar di 25 kecamatan di Wonogiri.

“Ya, karena ini kebijakan pusat. Sebab untuk BPNT ini belum siap, jadi Rastra masih bergulir hingga bulan Maret mendatang, sehingga BPNT akan dimulai pada bulan April,” papar Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Suwartono, Senin (19/2).

Dia menjelaskan, BPNT sendiri merupakan pengejawantahan dari program sebelumnya. Dimana, kalangan KPM  telah menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Jumlah KPM penerima bantuan pun masih tetap sama yaitu 74.740 KPM.

“Untuk BPNT ini rencananya digulirkan setiap bulan,” kata dia.

Suwartono menyebut, di dalam kartu KKS (kartu program BPNT) sudah tersimpan nominal uang Rp 110 ribu. Diharapkan uang tersebut dibelanjakan beras dan telur. Dengan asumsi,warga miskin kurang gizi sehingga disarankan untuk mengonsumsi beras dan telur.

“Yang jelas penerima manfaat ya warga miskin yang sudah memiliki kartu merah atau KKS,” jelasnya.

Lebih lanjut Suwartono memaparkan, untuk tahap pertama e-Waroeng yang akan melayani kebutuhan KPM sudah diusulkan sebanyak 60 titik yang tersebar di 25 kecamatan. Secara teknis, setiap e-Waroeng mampu mengkaver kebutuhan 200-300 KPM, tentunya hal itu bisa berjalan dengan dukungan perbankan yang telah ditunjuk oleh pemerintah.Bahkan,jika memungkinkan jumlah e-Waroeng akan ditambah agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya baru menggelar Rakor untuk kesiapan  program BPNT, khususnya kesiapan e-Waroeng. Secara garis besar, Suwartono menambahkan, e-Waroeng nantinya akan dibuat dirumah warga penerima manfaat secara permanen. Tapi tentunya dengan sejumlah alat kelengkapan dan sarpras serta pendampingan oleh pihak perbankan.

“Bahkan, pengelolaan e-Waroeng diserahkan kepada KPM. Termasuk nantinya untuk pengadaan beras misalnya, pengelola bisa kerjasama dengan Bulog atau petani langsung juga bisa. Yang jelas KPM ini bisa sejahtera,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge