0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Praktik Pengoplos LPG Bersubsidi Dibongkar Polisi

(Ilutrasi) Tabung LPG 3 Kg (dok.timlo.net/agung widodo)

Timlo.net — Polda Jawa Tengah mengungkap praktik pengoplosan LPG bersubsidi ukuran 3 kg yang dipindahkan secara ilegal ke tabung ukuran 12 kg yang dijual kembali tanpa subsidi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Haryo Sugiarto di Semarang, Senin (19/2), mengatakan, polisi menetapkan EH (45) pemilik sebuah gudang di Tahunan, Kabupaten Jepara, sebagai tersangka tindan pidana tersebut.

Bersama dengan tersangka, polisi mengamankan ratusan tabung LPG ukuran 3 Kg dan 12 Kg yang masih kosong maupun sudah terisi dan siap dipasarkan.

“Pelaku ini menyuntik isi tabung LPG 3 Kg ke tabung 12 Kg dengan sejumlah peralatan yang dibuatnya sendiri,” katanya.

Dalam sehari, lanjut dia, tersangka mampu memroduksi 35 tabung LPG 12 Kg.

Adapun modus yang dilakukan, menurut dia, pelaku membeli LPG ukuran 3 Kg dari wilayah Lamongan, Jawa Timur.

LPG bersubsidi itu diperoleh pelaku dari sejumlah pengepul dengan harga sedikit lebih tinggi dari harga pasaran.

“Pelaku ini bersedia membeli hingga Rp 20 ribu per tabung,” katanya.

LPG 3 Kg kemudian dipindahkan dengan cara memanasinya di atas kompor dan menghubungkannya dengan selang.

Pelaku mengambil keuntungan sekitar Rp 50 ribu dari tiap tabung LPG 12 Kg yang dijual di wilayah Jepara itu.

“Pengakuannya baru sekitar emlat bulan beroperasi, keuntungan yang didapat selama itu mencapai Rp 60 juta,” katanya.

Polisi sendiri masih menelusuri pengepul tabung LPG 3 Kg yang memasok tersangka dengan bekerja sama Polda Jawa Timur.

Atas perbuatannya, tersangka EH dijerat dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, Undang-undang Nomor 8 tahin 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi, serta Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Sumber: Antara

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge