0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Balita Dianiaya di Hotel, Proses Pemulihannya Butuh Proses Panjang

Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana membesuk Balita korban penganiayaan ayah tirinya di RSUD Dr Moewardi, Solo  (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Proses pemulihan mental bocah yang menjadi korban penganiayaan berinisial PJ (4) bukanlah perkara mudah. Butuh waktu dan proses secara bertahap agar dikemudian hari mental bocah malang tersebut kembali meningkat.

“Prosesnya butuh waktu agak lama untuk pemulihan mental korban ini. Kita tahunya kemarin, korban dikunjungi orang yang belum dikenal. Dia cenderung diam seakan ketakutan. Sepertinya traumanya mendalam dan sudah terjadi bertahun-tahun seperti itu,” terang psikolog pendamping PJ, Saprastika Sardjono MPsi, Senin (19/2).

Terkait pengalaman tersebut, kata wanita yang akrab disapa Tika ini, belasan relawan yang mendampingi PJ diminta untuk lebih berhati-hati melakukan proses pendampingan. Sejauh ini, relawan pendamping mengajak PJ untuk bermain seperti mewarnai, melipat kertas dan sebagainya. Supaya, korban segera lupa dengan peristiwa menyedihkan yang menimpanya.

“Belasan relawan pendamping itu bergantian, mengajak korban bermain. Supaya, korban segera lupa dengan apa yang telah menimpanya,” kata Tika.

Sementara itu, Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo dan pihak terkait lainnya terkait nasib bocah malang tersebut.

“Kalau dari kami, setelah dia sembuh dia dititipkan dulu (ke Dinsos). Masalahnya, dia juga takut pada ibunya. Kami khawatir jika ada apa-apa lagi. Kemarin, saya sempat ke sana (menengok korban di RSUD dr Moewardi). Dia saya bawakan es krim, sudah bisa bercanda dan tertawa. Saya senang lihatnya. Baru setelah dia tertidur, saya baru pulang,” kata Kapolsek.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge