0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Balita Dianiaya di Hotel Mengeluh Sakit di Bagian Perut

Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana membesuk Balita korban penganiayaan ayah tirinya di RSUD Dr Moewardi, Solo  (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Alasan dokter RSUD Dr Moewardi, Solo melakukan langkah Ultrasonography (USG) terhadap balita korban penganiayaan ayah tirinya berinisial PJ (4) lantaran menemukan kejanggalan di bagian perut korban. Perut korban seakan mengalami kram dan keras saat dipijat bahkan dengan tangan telanjang.

“Korban mengeluh sakit, saat bagian itu (perut —Red) disentuh,” kata psikolog pendamping RP, Saprastika Sardjono, MPsi.

Wanita yang akrab disapa Tika ini mengaku, ada hal aneh terhadap diri korban. Waktu itu, dokter menyuntikkan jarum suntik infuse ke lengan korban. Akan tetapi, tidak ada respon sama sekali. Padahal, anak seumuran itu jika ditusuk dengan jarum suntik akan menangis.

“Ini juga janggal, apakah mungkin perlakuan yang dia terima selama ini lebih pedih ketimbang suntikan jarum suntik?” kata Tika yang juga penasaran.

Meski begitu, lanjut Tika, kondisi fisik korban sudah mulai membaik. Bagian tangan sudah dapat digerakkan, akan tetapi bagian kaki masih kesulitan.

“Sudah bisa diajak omongan. Bisa senyum-senyum juga, tapi kalau ditanya masalah keluarga dianya (korban) langsung murung,” katanya.

Seperti diketahui, peristiwa ini bermula dari kecurigaan seorang petugas hotel di Kawasan Banjarsari, Solo. Waktu itu, petugas hotel merasa curiga lantaran di salah satu kamar terjadi keributan dan berbau kurang sedap. Saat diperiksa, saksi melihat ada seorang bocah yang disekap dengan kondisi mulut di lakban dan kaki tangannya diikat tali. Melihat hal tersebut, saksi langsung melapor ke pihak berwajib.

Dari laporan tersebut, Polisi melakukan tindak lanjut dengan mendatangi lokasi tersebut. Hingga akhirnya, salah seorang tersangka Iwan Winardi (22) ditangkap didalam kamar tersebut. Tak berselang lama, Polisi akhirnya menangkap kakak Iwan, bernama Dedi Loe Wie Wie (32).

Saat ini, keduanya mendekam di sel tahanan Mapolsek Banjarsari. Sedangkan, bocah yang dianiaya oleh kedua tersangka mendapat perawatan intensif di RSUD Dr Moewardi, Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge