0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pasokan Tersendat, Operasi Pasar Bulog Dikeluhkan Pedagang

Solo – Sejumlah pedagang di Pasar Legi Solo keluhkan layanan yang diberikan oleh Bulog dalam melakukan operasi pasar. Pasalnya, dalam seminggu terakhir ini pasokan beras yang digunakan untuk program operasi pasar dihentikan tanpa ada konfirmasi kepada pedagang.

“Saya terakhir menerima pasokan beras dari Bulog sekitar tanggal 9 Februari lalu. Dan hingga saat ini belum ada pasokan lagi,” ujar salah seorang pedagang, Ali Wiyono kepada wartawan, Minggu (18/2).

Padahal, beras yang dipasok oleh Bulog untuk menekan tingginya harga di pasaran itu selama ini cukup banyak peminatnya. Dari hasil penjualan yang dilakukan selama operasipasar dilakukan pada akhir Desember lalu, ia menyebut sudah berhasil menjual hingga 1,425 ton.

“Beras dari Bulog ini cukup banyak peminatnya. Karena memang berasnya putih, bagus dan harganya murah,” jelas dia.

Akibat tidak adanya pasokan dari Bulog itu, ia mengaku kembali menjual beras yang diambil dari distributor dengan harga yang relative mahal atau sekitar Rp 10.500 per kilogram.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang lainnya. Sri mengaku sejak seminggu terakhir ini tidak ada pasokan beras dari Bulog. Bahkan dirinya belum tahu alasan terkait penghentian pasokan itu. Mengingat sebelumnya, program operasi pasar yang dilakukan Bulog akan digelar hingga Maret mendatang.

“Sudah seminggu ini kita tidak mendapat pasokan. Kalau untuk alasannya kita kurang paham,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre III Solo, Titov Agus S saat dikonfirmasi menyampaikan, tidak ada penghentian pasokan yang dilakukan kepada pedagang. Karena selama ini pihaknya selalu mencoba memenuhi setiap permintaan yang datang.

“Coba nanti hari Senin saya akan kroscek ke lapangan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge