0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Rumah Subsidi Naik, Pengembang Optimis Tak Akan Pengaruhi Permintaan

Pengunjung saat melihat pameran perumahan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Harga rumah subsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun ini merangkak naik. Meski demikian, sejumlah pengembang optimis kenaikan harga rumah itu tidak akan mempengaruhi permintaan dari masyarakat.

“Jika tahun lalu harga rumah subsidi diangka Rp 123 Juta per unit, tahun ini naik menjadi Rp 130 juta per unit,” ujar Sekertaris asosiasi pengembang peremuhan Real Estate Indonesia (REI) Soloraya, Oma Nuryanto kepada wartawan, Minggu (18/2).

Tingginya harga itu, lanjut dia karena dipengaruhi oleh beberapa factor. Diantaranya adalah kondisi ekonomi, tingkat inflasi serta naiknya harga material yang dibutuhkan untuk membangun perumahan.

Meski demikian, ia mengaku kenaikan harga jual untuk rumah FLPP itu tidak akan mempengaruhi permintaan pasar.

“Karena kalau dilihat dari jumlah angsuran perbulan, kenaikan sekitar Rp 7 juta itu tidak terlalu jauh selisihnya. Jadi saya kira tidak akan mempengaruhi perintaan” jelas dia.

Sementara itu dari evaluasi yang dilakukan selama periode 2017, Oma menyebut REI Soloraya mampu menjual rumah subsidi di hingga 4 ribu unit. Karena tingginya permintaan pasar itu, pada tahun ini pihaknya mematok dapat melakukan penjualan sekitar 6 ribu unit.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge