0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Usung Tema ’Deya’, Indrias Kenalkan 30 Kreasi Kain Lurik

Peragaan busana dengan mengenalkan lurik kreaai Indrias ’Senthir’ yang diadakan di Taman Balekambang, Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Peringatan HUT ke-273 Kota Solo diwarnai dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Opera Kolosal Boyong Keraton Solo, Kirab Adeging Kota Solo hingga mengenalkan berbagai kekayaan yang ada di Kota Bengawan.

Seperti yang dilakukan pegiat kain lurik, Indrias ’Senthir’. Melalui 30 outfit karya lurik etnik sentuhannya, dirinya turut memeriahkan hari jadi Kota Solo dengan menggelar peragaan busana di Taman Balekambang, Solo, Minggu (18/2) siang.

“Lurik tak hanya dimaknai sebatas busana kuno semata, melalui sentuhan kreasi lurik mampu menjadi salah satu busana yang fashionable bagi pria maupun wanita jaman now,” terang Indrias kepada Timlo.net.

Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Deya’ ini, lurik diartikan sebagai salah satu busana yang mampu memancarkan kepribadian menyenangkan bagi si pemakainya. Dengan begitu, selain sebagai indentitas kain nusantara, lurik juga mampu memancarkan kepribadian menawan bagi pemakainya.

“Kadang, masih ada yang memandang lurik ini ketinggalan jaman. Padahal, dengan sentuhan kreatifitas kain ini sangat bagus. Cocok dipakai untuk anak muda jaman now, baik acara santai, hingga formal,” katanya.

Dalam peragaan busana tersebut, kata Indrias, sejumlah motif lurik kuno dia tampilkan diantaranya tumbar pecah, kluwung, bribig, lhorog, damal lusuh, yuyu sekandang dan masih banyak yang lain.

Pihaknya berharap, dengan makin eksisnya kreasi kain lurik yang diangkatnya persepsi masyarakat terhadap kain warisan bangsa tersebut berubah.

“Khususnya, di hari jadi Kota Solo ke273 ini. Kain lurik makin eksis dan menambah kekayaan busana yang ada di Kota Solo,” ungkap Indrias.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge