0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Miris, Ini Kondisi Balita Korban Penganiayaan di Hotel

Dua tersangka penganiaya Balita menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kondisi RP (4) Balita korban penganiayaan yang dilakukan di dalam kamar hotel sudah mulai membaik. RP mendapatkan pertolongan di RSUD Dr Moewardi Solo.

“Kondisinya sudah mulai membaik. Sudah mendapatkan pertolongan di RSUD Dr Moewardi,” papar Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana, Sabtu (17/2).

Keterangan dari Kapolsek menyebutkan, pada saat ditemukan pada Jumat (16/2) siang, RP dalam kondisi lemah. Bocah 4 tahun tersebut diikat tangan dan kakinya dengan seutas tali rafia berwarna merah, dan mulut tersumpal lakban.

“Kondisinya juga lapar, soalnya saat kita beri makan, itu makannya sangat lahap sekali, bahkan kita beri buah, kulitnya hampir dimakan.” terang dia.

I Komang Sarjana juga menceritakan ada luka di bibir korban, dan sekujur tubuhnya. Selain itu ada luka bakar melepuh di paha kiri dan kanan, serta kulit daerah kemaluan mengelupas.

“Saat ini masih dalam proses. Kita dalami juga pengakuan dari saksi korban. Kondisinya cukup stabil tetapi masih belum siap kita mintai keterangan.” ungkap dia.

Saat ini korban hanya mau ditemui oleh orang yang berseragam polisi.

“Mungkin karena merasa lebih aman dan nyaman, dia (korban) hanya mau ditemui orang yang berseragam. Tidak mau bertemu dengan orang tuanya.” kata dia.

Seperti diberitakan, petugas dari Polsek Banjarsari menangkap dua orang kakak beradik, Dedi Loe Wie Wie (32) dan Iwan Winardi (22) lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap RP di sebuah hotel di kawasan Banjarsari. Keduanya telah dijadikan tersangka. Sementara ibu korban Maria yang diduga turut mengetahui kejadian tersebut masih diintai keterangan sebagai saksi.

Dari lokasi ditemukan barang bukti, yakni pakaian korban, tali rafia warna merah yang digunakan untuk mengikat korban, dan lakban yang digunakan untuk menutup mulut korban.

Pelaku dijerat dengan Pasal 77 UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge