0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nilai Tukar Melemah, Uang Kertas Baru di Venezuela Dibuang-buang

Dompet dari uang kertas Bolivar di Venezuela. (indy100.com )

Timlo.net—Para penjual di jalanan Venezuela menciptakan barang-barang yang dibuat dari uang kertas asli. Uang kertas di sana sudah kehilangan nilainya setelah terjadi hiperinflasi di negara Amerika Latin itu. Inflasi begitu tinggi hingga harga barang naik dua kali lipat setiap 35 hari di negara itu. Mata uang Venezuela, Bolivar telah kehilangan nilai tukarnya terhadap dollar hingga 98 persen, tulis The Wall Street Journal. Saat ini, satu dollar Amerika bernilai 236.000 Bolivar di pasar gelap.

Tali dompet dari uang kertas (Indy100.com).

Lima tahun lalu, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membeli sebuah apartemen kecil. Sekarang uang sebesar itu bahkan tidak cukup untuk membeli cemilan untuk makan siang.

Uang tunai bernilai begitu kecil di negara itu sehingga uang kertas dibuang-buang. Ada yang menggunakannya sebagai bahan untuk kerajinan tangan. Wilmer Rojas, seorang ayah dari tiga anak membuat tas tangan, topi dan keranjang dengan uang kertas. Padahal diperlukan ratusan uang kertas untuk membuat barang-barang ini. Untung saja barang-barang kerajinannya laku terjual. Pria berusia 25 tahun itu bisa membeli makanan dan barang keperluan sehari-hari dari penjualan kerajinan itu.

Lukisan tokoh Star Wars pada lembaran uang kertas (Indy100.com)

Sementara itu, desainer Jose Leon, 26 melukis tokoh-tokoh Star Wars pada uang kertas. Dia menjual lukisan pada uang kertas itu kepada para wisatawan asing. Seni lukisnya itu dibayar hingga $20. Hal ini berarti karya seninya membuat nilai uang kertas itu naik 5000 persen. Inflasi di Venezuela sudah berlangsung sejak awal 2017.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge