0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dewan Soroti Kurangnya Perhatian Pemkab Terhadap Kaum Difabel

Guiding block yang disoal (foto: Agung Widodo)

Sragen – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen menilai perhatian pemerintah daerah terhadap kaum disabilitas di Sragen masih kurang. Pasalnya banyak infrastruktur yang seharusnya memberi ruang khusus untuk difabel malah ditutup, bahkan ada yang membahayakan.

”Memang belum, kelihatannya keberpihakan ke difabel belum maksimal. Karena memang secara global infrastruktur belum terpenuhi semua,” kata Wakil Ketua DPRD Sragen Haryanto, belum lama ini.

Dia menyampaikan, namun bukan berarti pemerintah mengesampingkan komunitas difabel. Hanya saja sekarang ini belum kelihatan keseriusan Pemkab untuk masalah tersebut.

Terkait trotoar yang membahayakan pejalan kaki tunanetra di Taman Edupark Gemolong, Haryanto menyampaikan, sebenarnya sudah ada anggaran untuk perbaikan trotoar. Perbaikan tersebut bisa diambikan dari anggaran pemeliharaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sudah terdapat sejumlah material dan pekerja untuk memperbaiki trotar dan guiding block yang membahayakan penyandang tunanetra. Hal ini atas desakan masyarakat lantaran kondisi trotoar tersebut dianggap asal-asalan.

Sementara itu, Camat Gemolong Joko Suratno menyampaikan pihaknya sudah menembusi Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) untuk membenahi trotoar tersebut.

”Sudah kami komunikasikan dengan pak Zubaidi (Kepala Disperkim, Red) dan pasti dibenahi, Penyemurnaan dari Perkim,” terangnya.

Dia menyampaikan untuk pembangunan Taman Edupark Gemolong beserta trotoarnya sebelumnya menjadi kewenangan Bapedda Provinsi Jawa Tengah. Setelah selesai pembangunan baru diserahkan ke pihak Pemkab Sragen.

”Karena tupoksi masuk taman maka masuk perkim dan Perkim tetap tanggung jawab membenahi,” jelasnya.

Sebelumnya Persatuan penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sragen, Suhartiningsih menyayangkan pembangunan infrastruktur yang asal-asalan tersebut. Menurutnya guiding block di trotoar itu sangat penting bagi tuna netra.

Pihaknya mendesak kepada Pemkab Sragen agar segera memperbaikinya. Selain itu dalam pembangunan infrastruktur diharapkan melibatkan difabel sehingga kesalahan tersebut tidak terulang.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge