0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Victor Laiskodat Belum Mengundurkan Diri dari Anggota DPR

Victor Laiskodat (sumber: Beritasatu)

Timlo.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur belum menerima surat pengunduran diri calon Gubernur NTT periode 2018-2023 Victor Bungtilu Laiskodat dari keanggotaan DPR-RI. Victor yang diusung Partai NasDem, Golkar, dan Hanura untuk bertarung di Pilgub NTT 2018 bersama pasangannya Josep Nae Soi itu diberikan kesempatan hingga 28 Mei 2018 untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai anggota DPR-RI.

“Sampai saat ini, kami belum menerima surat pengunduran diri dari Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai anggota DPR-RI, meski waktunya masih cukup untuk beliau,” kata Ketua KPU Nusa Tenggara Timur, Maryanti Luturmas Adoe di Kupang, Jumat (16/2).

“Paling lambat 28 Mei 2018 surat pengunduran diri itu harus sudah diterima KPU NTT,” lanjut dia.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menerima surat izin cuti kampanye dari Cagub Marianus Sae yang diusung Partai PDIP dan PKB, juga Alexander Beny Literlnoni sebagai calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Beny K Harman melalui tim penghubung.

KPU NTT, lanjutnya, juga telah menerima surat keputusan pemberhentian Emilia Nomleni selaku Kepala Kawasan Industri Bolok yang akan maju bertarung dalam Pilgub sebagai wakilnya Marianus Sae.

Namun, dalam menghadapi pentas politik lima tahunan ini, Emilia Nomleni harus melangkah sendiri di panggung politik tersebut, karena Marianus Sae sedang menjalani proses hukum di KPK akibat dugaan suap.

“Kami juga sudah menerima surat pengunduran diri dari Pak Benny K Harman sebagai anggota DPR RI, sehingga tersisah hanya Pak Victor Laiskodat,” kata Maryanti.

Lebih lanjut, ia mengatakan para calon yang bertarung dalam Pilgub NTT telah memasuki masa kampanye terhitung dari 15 Februari 2018 hingga 129 hari ke depan, yang sudah diawali dengan deklarasi kampanye damai di Kupang.

KPU NTT telah membagi wilayah provinsi berbasis kepulauan itu dalam empat zona kampanye dengan tiap zona meliputi enam kabupaten/kota.

Untuk satu zona diberikan interval waktu delapan hari bagi pasangan calon untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat pada satu zona tersebut.

Empat zona itu yakni zona satu daratan Timor meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.

Zona dua meliputi Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Sabu dan Rote.

Zona tiga meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo. Sedangkan zona empat meliputi Kabupaten Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata dan Alor.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge