0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Disdag : Kenaikan Harga Bawang Masih Wajar

Pedagang bawang putih di pasar (dok.timlo.net/ist)

Solo – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, menilai lonjakan harga bawang putih yang terjadi di pasaran belakangan ini merupakan hal wajar. Tingginya harga bawang itu disebabkan karena permintaan masyarakat yang meningkat jelang perayaan Imlek.

“Kita masih terus pantau harga bawang itu. Namun demikian, kalau dari sisi pasokan sebenarnya tidak ada pengurangan. Hanya saja permintaan dari masyarakat yang meningkat,” ujar Kepala Disdag Solo, Subagyo kepada Timlo.net, Kamis (15/2).

Dari pantauan yang dilakukan, diakui harga bawang di pasaran memang terjadi kenaikan. Hanya saja kenaikannya itu tidak terlalu tinggi atau sekitar Rp 5 Ribu per kilogram. Karena kenaikanharga itu sifatnya tidak berkelanjutan, Disdag sendiri belum berencana untuk melakukan operasi pasar.

“Saya melihat kenaikan harga ini hanya karena momentum Imlek. Jadi sifatnya tidak berkelanjutan. Namun kalau sampai batas waktu tertentu masih tetap tinggi, tidak menutup kemungkinan akan kita lakukan operasi pasar,” jelasnya.

Sebagai informasi, harga bawang putih selama dua minggu terakhir melambung cukup tinggi. Bahkan jika dibanding saat kondisi normal, kenaikannya mencapai Rp 14 Ribu per kilogram.

“Kalau bawang putih ini bukan naik lagi, tapi sudah berganti harga. Karena dari sebelumnya hanya Rp 20 Ribu per kilogram sekarang berubah menjadi Rp 34 Ribu per kilogram,” ujar Salah seorang pedagang bawang di Pasar Legi Solo, Sri Rahayu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge