0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kementerian Luar Negeri Segera Pulangkan Masamah

Timlo.net – Kementerian Luar Negeri RI segera memulangkan seorang tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, Masamah binti Raswa Sanusi, pasca dibebaskan dari hukuman mati.

Pekerja migran asal Desa Buntet, Cirebon ini dibebaskan dari ancaman hukuman mati pada akhir Januari 2018 yang merupakan pembebasan WNI dari hukuman mati pertama pada 2018.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/2), mengatakan Masamah dituduh membunuh bayi majikan berusia 11 bulan pada 2 Februari 2009.

Konjen RI di Jeddah M.Hery Saripudin mengungkapkan bahwa Masamah sebelumnya divonis lima tahun penjara pada 2014 namun jaksa penuntut umum mengajukan banding dan menuntut qisas hukuman mati.

Banding diterima oleh mahkamah Saudi dan pada 2016 disidangkan kembali.

Pada persidangan 13 Maret 2017 di tengah-tengah persidangan, ayah dari sang bayi memaafkan Masamah dan juga tidak menuntut uang diyat.

Pada keputusan final Masamah dinyatakan bersalah dan dikenakan hukuman penjara 2,5 tahun sejak pertama kali ditahan.

Bagi warga negara asing, dalam hal ini pekerja migran, untuk bisa keluar dari penjara tidak bisa lagi dijamin oleh orang asing, harus menggunakan jaminan orang Saudi.

Perwakilan RI di Saudi kemudian meminta majikan Masamah untuk memberikan jaminan dan bersama-sama bertemu wakil gubernur Provinsi Tabuk.

“Setelah melalui berbagai negosiasi dan jaminan dari majikan, pada 28 Januari putusan dari wakil gubernur keluar. Wakil gubernur langsung menghubungi kepala penjara di mana Masamah ditahan,” kata Saripudin.

KJRI Jeddah langsung menjemput Masamah pada 28 Januari ke penjara di Tabuk untuk dibawa ke Jeddah.

Saat ini Masamah sudah berada di shelter KJRI Jeddah sembari menunggu proses imigrasi. “Mudah-mudahan dalam beberapa minggu atau satu bulan ke depan saudari Masamah ini kami pulangkan,” kata Hery.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan bahwa hukuman mati di Arab Saudi sangat tegas bahkan Raja Saudi pun tidak mempunyai kewenangan untuk mengintervensi hukuman mati.

“Yang bisa menyelamatkan dari hukuman mati hanya satu, yaitu ahli waris korban,” kata Agus.

Ia menambahkan perwakilan RI di Saudi terus berupaya membantu salah satunya untuk melakukan negosiasi dengan para ahli waris korban.

Sementara itu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa ada 100 kasus WNI yang terancam hukuman mati di Saudi sejak 2011 hingga sekarang, 79 di antaranya berhasil dibebaskan dari ancaman hukuman mati hingga Januari.

Pemerintah masih menangani 21 kasus WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge