0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puluhan Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan

ilustrasi (sumber: upload.wikimedia.org)

Timlo.net – Keracunan massal dialami puluhan warga di Dusun Jatiroto, Desa Slorok, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Polres setempat menangani kasus tersebut.

“Para korban sudah dibawa ke puskesmas sejak kemarin. Bahkan, jumlahnya juga terus bertambah ada 52 yang sakit, dua di antaranya dibawa ke RSUD Wlingi, lainnya di Puskesmas Doko,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Blitar AKP Purwadi di Blitar, Kamis (15/2).

Awalnya, warga mengikuti acara hajatan di rumah Sunarji, warga desa setempat. Setelah acara selesai, saat pulang warga mendapatkan nasi lengkap dengan lauk berupa olahan daging kambing.

Semua warga yang ikut acara pengajian mendapatkan nasi olahan. Di rumah, mereka menyantap makanan itu dengan keluarga, namun ternyata mereka sakit.

Mereka mengalami diare parah hingga dibawa ke puskesmas. Bukan hanya satu orang, ternyata banyak warga lainnya yang mengalami sakit dengan gejala yang sama, diare dan semakin parah.

Korban, kata dia, awalnya dibawa ke Puskesmas Doko, Kabupaten Blitar, untuk perawatan. Namun, dua orang terpaksa dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Mereka yang dirujuk itu, selain karena diare, usia mereka sudah uzur dan satunya lagi masih anak-anak.

Pihaknya juga langsung mengumpulkan berbagai informasi penyebab mereka sakit. Mayoritas mengaku makan nasi yang diberikan setelah acara pengajian di salah seorang warga.

Polisi lalu meminta bantuan tim medis untuk melakukan pemeriksaan dari makanan yang dikonsumsi warga tersebut. Saat ini, tim medis masih pemeriksaan di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, untuk memastikan penyebab sakit warga tersebut.

“Kami dibantu tim medis juga sudah membawa sampel makanan untuk uji laboratorium di dinas kesehatan. Yang dibawa adalah sisa makanan dan saat ini masih menunggu hasilnya,” kata dia.

Sementara itu, untuk pemilik rumah, ia mengatakan belum melakukan pemeriksaan lebih mendalam, sebab dari informasi yang diterima pemilik rumah juga mengalami sakit yang sama dengan warga lainnya.

Hingga kini, dari 52 warga yang diketahui menderita keracunan, sudah empat warga yang diperbolehkan pulang. Kondisi mereka sudah lebih baik setelah mendapatkan perawatan medis di puskesmas. Sementara itu, sisanya saat ini masih proses penyembuhan baik di rumah sakit maupun di puskesmas.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge