0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Rekayasa Lalulintas saat Puncak Perayaan Imlek di Solo

Uji coba lampu lampion di kawasan Pasar Gede (timlo.net/heru gembul)

Solo — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo melakukan sejumlah rekayasa lalulintas sebagai antisipasi dampak kemacetan saat malam puncak perayaan Tahun Baru Cina (Imlek), Kamis (15/2) malam. Sebanyak, 7 simpang jalan akan ditutup sejak sore hingga dini hari usai perayaan rampung.

“Penutupan mulai pukul 17.00-01.00 WIB. Kami siagalan sejumlah petugas gabungan bersama Satlantas dan lainnya,” jelas Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas, Dishub Kota Solo, Ari Wibowo.

Pihaknya akan menutup 7 ruas jalan yang berada di sekitar kawasan Pasar Gede. Antara lain, simpang empat Jl Sudirman, simpang tiga Den Pom (Jl Arifin), Simpang empat utara Pasar Gede (Jl Urip Sumoharjo), simpang tiga Pasar Gede (sisi utara, Jl Suryopranoto), simpang empat Warung Pelem, simpang empat PTPN, dan simpang empat Widuran.

Penutupan tersebut, kata Ari, akan berdampak pada pengelolaan lalulintas di sejumlah titik lainnya. Khusus arus dari arah utara yang hendak menuju selatan (arah Sukoharjo) akan dialihkan untuk melewati Jl Kapten Mulyadi sebelum menuju kawasan Gading dan seterusnya. Sementara kendaraan dari arah utara yang hendak menuju barat (arah Purwosari akan diarahkan untuk melewati Jl Monginsidi atau menuju Jl Sultan Syahrir (arah Pasar Legi).

Ari menambahkan, untuk arus kendaraan dari arah selatan yang hendak menuju utara bisa memilih jalur alternatif lain mengingat jika kepadatan meningkat simpang empat Nonongan juga akan ditutup. Dengan demikianasyaralat bisa langsung memilih rute Manahan atau rute Jl Kapten Mulyadi sebelum masuk ke Jl Ir Juanda untuk menuju kawasan Jebres.

“Ada sejumlah ruas yang kita terapkan sistem buka tutup (situasional),” beber Ari Wibowo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge