0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mimpikan Robot Gantikan Manusia, Ini Alasan Agur

Pendiri Rotobot Klaten, Agur Yake Mulia (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Rotobot Robotics School atau disebut Rotobot tidak hanya menawarkan kelas reguler. Sekolah pendidikan robotika di Klaten ini juga turut mendampingi sejumlah sekolah lewat ekstrakurikuler.

“Sistem pembelajartan di Rotobot itu ada tiga yakni, sistem untuk lomba robot, kelas kreasi, dan ekstrakurikuler. Untuk ekstrakurikuler pendampingannya seminggu sekali,” ujar Penanggung Jawab Rotobot, Agur Yake Mulia, Rabu (14/2).

Agur menyebut, tahun pertama Rotobot mendampingi lima ekstrakurikuler sekolah. Kemudian tahun ini ada tambahan tiga sekolah. Meliputi, SD Muhammadiyah Delanggu, SD dan SMP Maria Asumpta, SD dan SMP Kristen, dan SD muhammadiyah Prambanan (semuanya di Klaten), dan SD Widya Wacana dan SMP Kalam Kudus di Kota Solo.

“Nantinya setiap tim mendapat satu robot sekaligus membuatnya dari awal. Kemudian kita adakan lomba internal antar sekolah. Dari kategori mekanika, pemrogaman, hingga drone yang bertujuan untuk melatih rasa saat mengendalikannya,” sebutnya.

Ditanya soal pengertian robot, menurut dia, masyarakat awam pasti langsung teringat film robot Transformers. Namun jika lebih diperdalam, robot adalah sebuah alat atau barang untuk melakukan tugas fisik manusia. Jenisnya ada yang dikendalikan manusia hingga ditanam kecerdasan buatan agar bersifat otomatis.

“Ya mirip kayak Transformer. Sederhananya bisa berjalan sendiri sampai memindahkan barang. Tergantung intruksi keadaan apa dia harus melakukan apa. Maka cara yang paling tepat supaya anak-anak bisamenciptakan robot ya harus kita ajarkan sejak dini.  Di Indonesia kita masih ketinggalan sangat jauh sekali,” ujarnya.

Tak heran, pemuda yang pernah menyabet juara 3 Kontes Robot Indonesia di tingkat nasional untuk kategori robot pemadam api Indonesia ini berkeinginan mencerdaskan anak- anak muda lewat Rotobot. Ia pun bermimpi semua lini di Indonesia bisa dikendalikan secara otomasi.

“Bukannya menganggurkan orang, tapi mencerdaskan manusia. Ketika sudah ada robot yang bisa memindahkan barang secara berulang- ulang, kenapa manusia harus melakukan itu. Padahal manusia mempunyai kecerdasan yang lebih. Jadi ketika ada robot yang menggantikan peran itu, manusia harus berpikir lebih cerdas lagi,” tandas Agur.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge