0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Begini alasan Berdirinya Sekolah Rotobot

Lokasi Rotobot atau sekolah non formal pembuatan robot di Klaten (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Rotobot Robotics School atau disebut Rotobot merupakan pendidikan non formal mempelajari tentang sistem kerja robot hingga pembuatan robot secara nyata. Usut punya usut, pembelajaran robotika untuk anak TK sampai jenjang SMA itu berawal dari startup lokal Klaten yang bergerak di bidang Otomasi Industri.

“Namanya CV Empty Brain Multi Karya (EM Tech). Tim ini beranggotakan lima orang untuk bikin alat-alat industri di perusahaan tentang otomasi. Dari hasil penjualannya kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan praktik siswa di Rotobot. Kayak subsidi silang gitu,” kata Penanggung Jawab Rotobot, Agur Yake Mulia, Rabu (14/2).

Agur menceritakan, dirinya bergabung ke EM Tech saat masih berstatus mahasiswa semester V di Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (Sadhar) Jogja. Bermula saat pemuda berusia 22 tahun ini diajak bergabung oleh bekas gurunya di SMK Panghudi Luhur Leonardo di Klaten.

“Dari empat orang, saya yang paling muda. Katanya, ayo ngembangin startup baru. Kemudian pada Juli 2016 konsentrasi EM Tech dipecah lewat Rotobot. Jadi awalnya kita memang bukan pendidik. Kita orang (teknisi) rekayasa yang bikin peralatan otomasi industri,” cerita warga Kampung Latar Ireng, Kelurahan Bareng, Klaten Utara, ini.

Kini Rotobot menempati kompleks Omah Wedang Rajaku di Jalan Kopral Sayom No. 23, Karanganom, Klaten Utara. Namun sebelumnya memberikan pelajaran praktis bidang robotika di sebuah perumahan yang terletak di Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan.

“Siswanya hanya lima. Awalnya ada orangtua murid yang bilang ‘mbok anak saya diajari robot. Karena robot ini kan penting untuk masa depan’. Padahal waktu itu Rotobot belum ada kurikulumnya. Tapi mereka sudah berminat setelah anak- anak itu antusias,” imbuh Agur.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge