0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jokowi Banggakan Diri di Depan HMI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (sumber: http://setkab.go.id)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan sudah banyak kontribusi Indonesia bagi terwujudnya perdamaian dunia kepada para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Ambon, Rabu (14/2). Kepala Negara mengemukakan itu ketika menyampaikan sambutan pada Pembukaan Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon.

“Kita terus membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan. Kita ingat, tahun 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Presiden Joko Widodo.

Sementara terhadap para pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, kata dia, Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan upaya diplomasi damai bagi pihak-pihak yang berseteru.

Presiden menambahkan, pada Januari 2018 ia berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan.

“Saya berkunjung ke Cox’s Bazar lokasi pengungsian dan kondisinya memprihatinkan,” ucapnya.

Sementara dalam kunjungannya ke Afghanistan, Presiden Joko Widodo bersikeras untuk tetap hadir di negara yang saat ini sedang didera konflik persaudaraan itu.

Meski terdapat ancaman keamanan saat kunjungan di sana, ia tetap ingin menunjukkan keseriusan dan kepedulian Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

“Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan,” ujarnya.

Sejumlah kunjungan ke negara-negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan menurut dia, akan semakin menyadarkan Indonesia bahwa persaudaraan dan persatuan merupakan hal yang tak ternilai.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani bahwa sebagai negara besar yang beragam, Indonesia tetap harus menjaga persatuannya.

“Betapa mundurnya jauh sekali gara-gara konflik perang (di Afghanistan). Oleh sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung. Tegas saja kalau ada konflik seperti itu, jangan beri waktu bagi konflik untuk berkembang,” tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Said Assagaff, Tokoh Senior KAHMI Akbar Tanjung dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir.

Selain itu tampak hadir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge