0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hari Valentine, Harga Bunga Terkerek Naik

Pedagang bunga saat melayani konsumen  (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Tingginya permintaan bunga saat periode perayaan Hari Valentine menyebabkan harga jual di pasaran melonjak drastis. Bunga mawar salah satunya, karena tingginya permintaan itu harga jual di pasaran kini melonjak hingga tiga kali lipat.

“Paling tinggi lonjakan harganya bunga mawar. Saat kondisi normal biasanya hanya Rp 25 ribu per ikat, sekarang melonjak menjadi Rp 85 ribu per ikat,” ujar Kenang, pemilik kios bunga kawasan Pasar Kembang Solo, kepada wartawan, Rabu (14/2).

Tak hanya mawar, kenaikan bunga juga terjadiuntuk jenis bunga krisan. Yaitu dari sebelumnya Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per ikat. Sedap malam dari sebelumnya Rp 5 ribu kini menjadi Rp 10 ribu per tangkai dan bunga pikok dari sebelumnya Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per ikat.

Menurutnya, kenaikan harga itu karena permintaan bunga saat periode Valentine dan Imlek cukup tinggi. Sehingga petani juga ikut menaikan harga jual kepada para pedagang.

“Kalau pedagang seperti saya hanya menyesuaikan harga beli saja. Kalau dari sana naik kita juga ikut naik,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga dikatakan pedagang lainnya. Karyawan kios bunga Peni Florist, Sarto menyampaikan kenaikan harga bunga yang dijualnya sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Dan diprediksi masih terus merangkak naik seiring mendekati perayaan Imlek.

“Kalau momen Valentine dan Imlek seperti ini kenaikan permintaan bisa mencapai 100 persen. Sehingga wajar kalau harga ikut terkerek naik,” terangnya.

Bunga yang dipasarkan itu, lanjut dia, berasal dari berbagai daerah di luar Kota Solo. Misalnya Ungaran, Karanganyar hingga Malang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge