0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rumah Warga Nyaris Longsor, Untung BPBD Lakukan Ini

Rumah Sarmin di Dukuh Bedono RT 14, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Sragen nyaris longsor. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Rumah yang terbuat dari papan milik Sarmin (56), warga Dukuh Bedono RT 14, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Sragen yang terletak di bibir anak sungai Bengawan Solo nyaris longsor. Pemerintah desa setempat bersama warga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen terpaksa memindahkan rumah tersebut jauh dari sungai.

“Saya tidak punya tanah di tempat lain adanya ini. Dengan terpaksa cuma diundur saja, meski nanti akan terancam longsor kembali,” kata Sarmin, Selasa (13/2).

Dia menuturkan, longsor terjadi pada Senin (12/2) malam saat kawasan tersebut diguyur hujan lebat. Kejadian itu bukan pertama kali, lantaran sebelumnya juga terjadi beberapa kali longsor. Tanah seluas 15 meterpersegi itu mengalami ambles disertai longsor ke arah anak sungai Bengawan Solo sedalam 10 meter.

Melihat kondisi tersebut, warga Dukuh Bedono dan BPBD Sragen serta TNI-Polri gotong-royong membantu mengevakuasi rumah Sarmin, dengan menggotong rumah dipindahkan ke belakang rumah dengan jarak 9 meter dari sungai.

Kepala Desa Pengkol, Haryono saat ditemui di lokasi mengatakan, sudah ada bantuan uang tunai sebesar Rp 1.000.000. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan Pemkab Sragen.

“Kecamatan nanti janjinya mau kasih bantuan juga dan BPBD bersama pak Camat juga sudah kordinasi dengan ibu bupati. Langsung mau dilakukan bantuan bedah rumah,” terang Haryono.

Dari pemerintah desa sendiri berencana menbantu kresek yang diisi tanah untuk mencegah longsor semakin meluas.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge