0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lagi Asyik Kawin, Ular Piton Dibunuh Untuk Dijadikan Makanan

Ular piton besar. (metro.co.uk)

Timlo.net—Penduduk sebuah desa terpencil di Sarawak, Malaysia ini tidak sengaja menemukan seekor ular piton betina sepanjang 6 meter sedang kawin dengan ular piton jantan. Mereka lantas menembak keduanya untuk digunakan sebagai bahan makanan.

Kisahnya bermula saat para warga keluar untuk berburu di hutan. Mereka mendengar suara aneh dari sebuah pohon yang jatuh pada Sabtu siang, minggu lalu. Mereka menggunakan gergaji mesin untuk memotong pohon itu. Tanpa diduga, mereka menemukan dua ular piton sedang asyik kawin. Ular sendiri dianggap sebagai makanan lezat untuk para penduduk Sarawak.

Beberapa pria lantas menarik dua ular itu dan menembak keduanya. Dua ular itu lalu diangkat ke dalam sebuah truk. Oleh penduduk desa, keduanya digoreng atau dibakar sesuai dengan resep makanan tradisional di sana, tulis Metro.co.uk, Selasa (13/2) waktu setempat.

Penduduk setempat, Tinsung Ujang, 60 berkata para penduduk desa di kota Bintulu dekat Sungai Kelawit itu akan berpesta daging selama beberapa hari ke depan.

“Aku melihat ke dalam lubang di dalam pohon dan terkejut melihat ular betina kawin dengan ular jantan yang lebih kecil,” ujar Tinsung.

“Kami harus memotong pohon itu untuk menangkap keduanya dan sulit menangkap keduanya karena ukuran dan posisi mereka. Mereka terkunci bersama,” tambahnya.

“Saya bahkan lebih terkejut karena saya tidak pernah melihat ular kawin sebelumnya dan belum pernah melihat seekor ular piton yang lebih panjang dari lima meter seperti ini. Ular piton jantannya cukup kecil,” kata Tinsung.

“Kejadian ini adalah sesuatu yang luar biasa dan saya lalu menembak kedua reptil itu karena untuk masyarakat kami ular adalah makanan eksotik yang juga adalah makanan favorit,” lanjut kakek itu.

Tinsung berkata kedua ular piton itu diletakkan dalam di belakang truk kecil. Keduanya dipamerkan di hadapan para penduduk desa yang bertepuk tangan dan menyoraki para pria yang menangkapnya. Menurut Tinsung, ular piton itu bisa dibakar atau digoreng dalam sebuah wajan dengan sayuran. Lalu dagingnya dimakan dengan nasi. “Daging ular lalu dibagikan secara adil kepada para penduduk desa dan para petani di dekat kami,” tutup kakek itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge