0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lakalantas di Ciater, Petugas Lakukan Olah TKP, Kemenhub Gandeng KNKT

imlo.net — Jajaran kepolisian menggelar olah tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di Tanjakan Cicenang, Kabupaten Subang, yang menewaskan 27 orang pada Sabtu (10/2) sore.

Proses olah TKP dilakukan petugas gabungan dari Kakorlantas Polri, Dirlantas Polda Jabar, Polres Subang, dan Dishub Jabar, Minggu. Untuk memudahkan proses olah TKP, polisi memberlakukan sistem buka tutup jalur di kedua arah.

Olah TKP dilakukan di sepanjang area 200 meter di lokasi insiden tergulingnya bus yang membawa rombongan 52 orang dari Koperasi Simpan Pinjam Permata Ciputat Tangerang Selatan.

“Hari ini (Minggu) kita Korlantas dari TAA (Tim Analisys Accident) melakukan olah TKP untuk pembuktian kecelakaan di turunan tanjakan Emen,” ujar Kasubdit laka Dit Gakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Joko Rudi, di lokasi.

Menurutnya, proses olah TKP dilakukan dalam tiga tahap pertama pra kecelakaan, ketika kecelakaan, dan paska kecelakaan hingga menyebabkan bus terguling.

“Pertama kali penghindaran awal supaya tidak terjadinya laka, kemudian adanya titik sentuh saat terjadinya laka, dan paska terjadinya laka apakah macet atau sebagainya,” katanya.

Kata dia, setelah olah TKP ini, apakah faktor human error, kondisi kelaikan bus, maupun jalur itu sendiri.

“Bisa dari aspek psikologis, kesehatan, kelaikan kendaraan, kecerobohan pengemudi, maupun taktik dan teknik mengemudi,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (kemenhub) mengajak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, dan Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk menyelidiki dan mencari penyebab kecelakaan bus pariwisata di Subang.

“Kita masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan walaupun sejumlah dugaan awal penyebab kecelakaan sudah diterima,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi kepada pers di Temanggung, Minggu.

Dikatakan Budi, dari hasil penyelidikan sementara bus sebenarnya dalam kondisi laik jalan karena secara rutin dilakukan pengecekan oleh mekanik sesuai merek mobil.

“Info yang saya dapat uji kelaikan bus terakhir empat bulan lalu dari standar yang harus dipenuhi yaitu enam bulan sekali,” katanya.

Mengenai kondisi jalan, dia mengatakan memang memiliki kemiringan dan sering terjadi kecelakaan apalagi kondisi licin saat hujan.

Dia mengatakan, di lokasi tersebut memang sering terjadi kecelakaan namun pihak Dinas Perhubungan sudah memasang marka keselamatan bagi pengemudi.

“Penyelidikan awal ada sepeda motor yang berbelok mendadak sehingga tertabrak bus. Namun kita akan terus penyebab pastinya,” katanya.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge