0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jokowi Ceritakan Pengalaman di Afghanistan kepada Pemuka Agama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (sumber: http://setkab.go.id)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan kisahnya saat berkunjung ke Afghanistan beberapa waktu lalu. Dia bercerita di depan peserta musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa di Istana Bogor, Sabtu.

“Saya ke Afghanistan ke Kabul, delapan hari sebelum saya ke Kabul, ada bom yang menewaskan 20 orang. Dua hari sebelum saya mendarat di Kabul, ada bom lagi yang menewaskan 103 orang, bahkan dua jam sebelum saya mendarat di Kabul, markas akademi militer di Kabul diserang, lima tentara tewas dan puluhan luka-luka,” kata Presiden saat menerima sekitar 400-an para pemuka enam agama dari pusat dan daerah di ruang Garuda Istana Bogor, Sabtu (10/2).

Jokowi mengatakan Afghanistan yang hancur karena perang berkepanjangan dan hingga saat ini kondisi Kota Kabul masih mencekam karena di setiap gang ada tank yang siap tempur.

“Waktu saya ke sana, saya kaget betul. Kota yang sangat besar, gedungnya besar-besar tapi kehidupan kesehariannya dapat dikatakan, nggak bisa menyampaikan dengan kata-kata. Di setiap jalan ada tank, setiap gang ada tank,” ujarnya.

Namun Kepala Negara menyanjung kemegahan Istana Negara Afghanistan, tempat Presiden Ashraf Ghani yang sudah dibangun 430 tahun yang lalu.

Presiden juga mengungkapkan cerita Presiden Ashraf Ghani bahwa Afghanistan memiliki kekayaan alam gas dan emas yang besar, tetapi tidak bisa dikelola karena perang.

“Beliau menyampaikan pada saya bahwa Afghanistan itu adalah negara yang punya deposit gas paling besar di dunia. Deposit minyak yang besar sekali, mempunyai deposit emas paling besar di dunia. Beliau yang menyampaikan, bukan saya, tapi tidak bisa dikelola karena peperangan tadi,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan cerita Ibu Rula Ghani yang mengungkapkan kehidupan anak-anak yang tidak bisa bermain dan perempuan dibatasi pergerakannya karena perang.

“Karena konflik perang sekarang ini yang lebih dari 40 tahun, perempuan nggak bisa bersekolah lagi, keluar rumah dibatasi karena masalah keamanan. Yang terkena dampak terdahsyat adalah anak-anak. Dan sekarang ini karena kondisinya sudah lebih membaik meskipun masih ada bom begitu banyaknya, beliau sampaikan sudah lebih baik. Berarti nggak baiknya seperti apa nggak ngerti saya. Sekarang anak perempuan pada lingkungan tertentu dibolehkan naik sepeda dan itu sangat bahagia sekali,” katanya.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat mensyukuri nikmat perdamaian dan kerukunan yang dirasakan di Indonesia.

“Kita harus terus-menerus mengingatkan masyarakat tentang nikmatnya perdamaian, nikmatnya persatuan. Jangan sampai kita lupa nikmatnya perdamaian dan kerukunan, karena selama ini kita selalu rukun hingga lupa bersyukur,” katanya.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge