0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Antisipasi Juru Parkir Nakal, Ini yang Dilakukan Dishub

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno (dok.timlo.net/rosyid)

Solo — Belajar dari fenomena aji mumpung yang dilakukan juru parkir (Jukir) dengan meningkatkan besaran tarif parkir, dalam gelaran agenda besar di Solo, Dinas Perhubungan setempat melakukan tindakan antisipasi. Yakni dengan memberikan tanda khusus bagi parkir resmi acara yang berlangsung.

“Ya kita belajar dari pengalaman, setiap kali ada acara besar, seperti malam Tahun Baru, semakin banyak Jukir nakal. Karenanya akan kita siasati dengan menggunakan tanda pengenal khusus,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno, Rabu (7/2).

Tanda pengenal khusus ini diberlakukan sepanjang acara berlangsung. Dikatakan, tanda khusus ini diberikan hanya kepada Jukir yang biasa beroperasi di kawasan tempat berlangsungnya acara.

“Ya hanya bagi Jukir yang beroperasi disitu. Jadi kalau ada jukir tanpa tanda khusus ini, itu artinya jukir dadakan, atau Jukir liar,” kata dia.

Dikatakan, hal ini dilakukan guna meminimalisir banyaknya keluhan masyarakat tentang kenaikan besaran tarif parkir atau tarif yang tak sesuai dengan zonasi.

“Kita ingin semuanya tertib, tetapi dalam menjalankan fungsi pengawasan kita juga terbatas pada SDM. Selain itu untuk menjalankan fungsi penindakan, kita tidak memiliki cukup bukti,” katanya.

Hari menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi tindakan masyarakat yang sudi melaporkan jika ada pelanggaran tarif parkir. Meski begitu, ada baiknya masyarakat juga menyertakan bukti, supaya pihak Dishub bisa mengambil tindakan tegas terhadap Jukir nakal.

“Kalau aturannya jelas. Bisa sampai pencabutan KTA Jukir jika memang ada bukti kuat. Tetapi selama ini masyarakat mengeluh, tanpa disertai bukti. Kita agak kesulitan dalam memproses penindakannya,” kata Kadishub.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge