0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Stok Aman Sampai April, DPR RI Sayangkan Impor Beras

Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Komisi IV DPR RI menyayangkan langkah pemerintah untuk impor beras. Padahal kondisi di lapangan saat ini stok pangan rerutama di Jawa Tengah sedang surplus dan dinyatakan aman hingga bulan April.

“Alasan impor khan hanya diukur stok beras di Bulog di bawah satu juta ton. Ini tidak ada aturanya. Ini khan Bulog bukan cadangan rumah tangga dan pengusaha petani, kalau dihitung kan lebih,” kata Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, Selasa (6/2).

Di sela-sela meninjau stok beras dan pupuk di Gudang Bulog Sub Divre III Surakarta, Desa Duyungan Sidoharjo Sragen, Edhy menyatakan, berdasarkan penjelasan langsung dari Kepala Bulog dan Dinas Pertanian Provinsi Jateng stok pangan sampai bulan April masih aman.

Pada musim panen ini dihasilkan beras sekitar 20,7 juta ton dengan rincian, Januari 2,6 juta ton, Februari 5,7 juta ton, Maret 7 juta ton dan April sekitar 5,5 juta ton. Menurut Edhy, kondisi tersebut menjawab keraguan Kementrian Perdagangan dan Menko Perekonomian tentang stok pangan 2018 kurang sehingga dilakukan impor beras.

Pihaknya menyayangkan impor beras 500 ribu ton yang dilakukan pemerintah, dengan alasan stok beras di Bulog di bawah satu juta ton. Padahal seharusnya dihitung berdasarkan cadangan beras rumah tangga, beras petani, kelompok tani dan juga pengusaha.

Edhy Prabowo juga menjelaskan, seharusnya Bulog diberi tugas untuk menyerap gabah petani sebanyak-banyaknya, karena saat ini sedang panen besar. Namun demikian Bulog juga harus diberikan modal untuk pengadaan gabah dari petani.

“Tapi kadang pemerintah hanya memberikan tugas kepada Bulog, sementara anggaran dikucurkan di belakang. Akhirnya Bulog menanggung hutang,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge